Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 24 Mei 2019 / 11:58 WIB

Pelajar Putri Digarap Sopir Angkutan

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Diduga akibat kesepian karena ditinggal merantau orangtuanya, DF (16) seorang pelajar putri sebuah SMA di Kabupaten Purworejo jatuh dipelukan seorang sopir angkutan HS (34) warga Desa Butuh Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo. Namum karena DF masih dibawah umur, maka HS tetap harus berurusan dengan polisi, bahkan bisa diancam dengan hukuman paling sedikit lima tahun hingga paling lama 15 tahun.

“Ancaman hukuman itu karena korban anak masih dibawah umur,” kata Kasatreskrim Polres Purworejo AKP Ario Seto Liestyawan, Jumat (24/05/2019).

Dalam gelar barang bukti kasus ini di Mapolres Purworejo Ario Seto Liestyawan menjelaskan, bahwa tindak persetubuhan terhadap anak ini terjadi dua kali di rumah pelaku. “Tersangka telah melakukan persetubuhan terhadap anak korban di rumah tersangka pada malam hari dengan cara merayu anak korban,” jelasnya.

Namun HS bersikeras bahwa apa yang dilakukan hingga dua kali itu atas dasar sama suka dan dilakukan dengan penuh kesadaran. “Saya disuruh menikahi juga mau,” kata HS.

HS mengaku suka dengan DF, yang juga tetangganya itu meskipun yang bersangkutan masih dibawah umur. Bahkan DF sering pulang ke rumahnya, usai sekolah. “Orang tuanya tidak di rumah. Usai sekolah sering pulang ke rumah saya,” jelas HS.

Namun karena korban masih dibawah umur, HS terpaksa harus berurusan dengan polisi dan akan dijerat dengan Undang-undang (UU) Perlindungan Anak. dengan ancamaan penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun. (Nar)