DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 24 Mei 2019 / 12:42 WIB

Pegiat Medsos Independen Dukung Hasil Pemilu KPU

JAKARTA, KRJOGJA.com - Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) mendeklarasikan gerakan warganet dukung legitimasi hasil pemilu yang konstitusional oleh KPU, Kamis (23/5/2019) kemarin. Diusung dalam sebuah diskusi, FPMSI mengajak masyarakat khususnta warganet untuk merajut kembali persatuan pasca pemilu. 

Hafyz Marshal, salah satu penggagas FPMSI mengungkap kali ini pihaknya mengajak kalangan pegiat media sosial diantaranya blogger, vloger, youtuber, dan content creator, serta berbagai kalangan masyarakat lainnya untuk bersama menyampaikan edukasi berpolitik. 

Menurut dia, saat ini masyarakat dibuat bingung dan resah dengan berbagai isu yang disebar di media sosial untuk mengurangi kepercayaan masayarakat terhadap penyelengggara pemilu dan mekanisme hukum.

"Banyak narasi yang melemahkan penyelenggara pemilu di media sosial, kami berharap bahwa warganet mempunyai peranan besar bagi ruang partisipasi demokrasi yang baik di media sosial, dan memproduksi konten positif yang mencerdaskan. Kami juga mengajak untuk berdemokrasi secara konstitusional dengan cara mendukung hasil Pemilu oleh KPU dan mengajak semua komponen bangsa untuk merekatkan kembali Persatuan Bangsa,” ungkapnya pada wartawan. 

Hafyz mengakui saat ini banyak bertebaran berita hoaks dan provokatif di media sosial pasca pengumuman hasil Pemilu 2019 ditujukan untuk mendelegitimasi penyelenggara pemilu. Dalam hal ini, masyarakat yang bingung pada akhirnya diprovokasi untuk ikut melakukan tindakan-tindakan inskontitusional.

Sementara Eko Kuntadhi, pegiat media sosial menyebut akhir-akhir ini ada upaya untuk melemahkan mekanisme demokrasi yang telah disepakati bersama. Terdapat kelompok-kelompok penumpang gelap demokrasi untuk melemahkan sistem demokrasi Indonesia melalui provokasi di sosial media.

“Sebelum dan pasca pemilu masyarakat Indonesia dibanjiri dengan berita hoax yang mengolah sentimen kelompok dan membuat kita untuk saling curiga satu sama lain, semestinya pengguna medsos harus berubah menjadi lebih baik. Apalagi berita hoax sampai ini tidak ada alat untuk menagagulangi berita hoax tersebut dampak yang signifikan dari hoax terhadap masyarakat dapat menyebabkan post truth sehingga yang benar dikatakan salah dan yang salah dikatakan benar,” ujar dia. (Fxh)