Olahraga Editor : Ivan Aditya Jumat, 24 Mei 2019 / 01:42 WIB

Empat Laga Kandang, PSS Terancam Kehilangan Pemasukan Rp 1,12 M

SLEMAN, KRJOGJA.com - PSS terancam kehilangan pemasukan hingga Rp 1,12 miliar dari tiket pertandingan dalam empat laga kandang Liga 1 2019. Hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI akibat kericuhan di laga kontra Arema 15 Mei lalu menjadi penyebab munculnya sanksi tribun selatan Maguwoharjo tak boleh digunakan saat menjamu lawan di empat pertandingan.

CEO PT PSS, Viola Kurniawati menyebut pihaknya belum menentukan keputusan apakah hendak banding dengan keputusan sanksi Komdis tersebut. Namun begitu, ia tak memungkiri ketika tribun selatan tak boleh digunakan maka potensi pemasukan PSS jelas akan mengalami penurunan.

“Kalau potensi kehilangan pemasukan itu pasti ada, karena satu tribun sebelah selatan tak bisa digunakan karena adanya sanksi. Tapi kalau jumlah total potensi kerugian silahkan teman-teman rinci hitung sendiri,” ungkap Viola ketika berbincang dengan wartawan Kamis (23/05/2019) petang.

Berdasar penuturan pihak internal PSS, minimal tribun selatan (kuning) yang biasanya digunakan kelompok suporter BCS paling tidak diisi 8-10 ribu orang. Harga tiket di tribun tersebut dipatok Rp 35 ribu per lembarnya.

Apabila dihitung secara pendapatan terendah saja dengan 8 ribu tiket terjual, dalam satu pertandingan potensi penurunan pendapatan PSS bisa mencapai Rp 280 juta. Dengan sanksi empat pertandingan maka bisa dihitung kerugian PSS mencapai Rp 1,12 miliar.

Meski demikian, pihak PSS mengaku tetap akan menyediakan tiket untuk BCS yang kemungkinan besar ditempatkan di tribun merah sisi timur. PSS percaya suporter setianya tak lantas meninggalkan stadion lantaran sanksi yang dijatuhkan Komdis untuk PSS.

“Kami tetap akan berikan prioritas bagi teman-teman suporter. Saat inipun kami tetap siapkan pembelian bundle seperti yang biasa dilakukan BCS, tapi bukan untuk tribun sebelah selatan, kita masih tunggu nanti teman-teman suporter ingin berpindah ke sebelah mana,” tandas Viola. (Fxh)