DIY Editor : Ivan Aditya Kamis, 23 Mei 2019 / 19:13 WIB

Rahasia Guru SMKN 1 Wonosari, Buat 23 Siswanya Raih Nilai 100 UNBK Matematika

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Matematika menggelar diskusi bertajuk Strategi Mencapai Keberhasilan Dalam Pembelajaran Matematika, Kamis (23/5/2019) sore. Menghadirkan para guru, siswa dan orangtua, dialog tersebut membahas strategi asyik belajar Matematika karena DIY berhasil meraih nilai tertinggi nasional untuk UNBK Matematika.

Dari data total yang didapatkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, diketahui 213 siswa SMA-SMK yang berhasil meraih nilai 100 dalam UNBK Matematika tahun 2019 ini. Jumlah tersebut cukup menggembirakan lantaran tercatat menjadi yang tertinggi dari seluruh wilayah Indonesia.

Sangat spesial, salah satu sekolah yakni SMKN 1 Wonosari, berhasil mencatatkan prestasi tersendiri setelah 23 siswanya mendapat nilai 100 dalam UNBK Matematika tahun ini.

Jumiyo, Guru Matematika SMKN 1 Wonosari pun membagikan rahasia mengapa 23 siswanya mampu mencatat nilai 100 dalam ujian Matematika beberapa waktu lalu. Bagi Jumiyo, mata pelajaran yang belasan tahun lalu menjadi momok ini diubah menjadi lebih mudah dicerna.

“Apapun metode dan kurikulumnya saya selalu terapkan prinsup belajar BBM yakni Baik, Benar dan Menyenangkan. Saya berusaha baik pada siswa, meski mereka lebih muda kemudian harus menjalin hubungan baik dan sampaikan hal benar. Saya berani mengakui jika salah meski sebenarnya murid tidak tahu kalau kita salah. Satu lagi yang terpenting, mengajak belajar matematika dengan menyenangkan, kesabaran dan senang hati,” ungkapnya guru yang telah 27 tahun mengajar Matematika ini.

Jumiyo mengakui tak senang memberikan banyak beban pada siswanya termasuk meminta mengerjakan PR di rumah. Ia lebih senang membahas berbagai hal saat di sekolah saat para siswa memiliki konsentrasi belajar.

“Saya jarang sekali berikan PR pada siswa, mereka senang tak ada PR ya tak diberi PR. Hanya saya fasilitasi untuk mengerjakan soal, kita urai satu demi satu. SMK memang beda dengan SMA, saya sampaikan kalau saya tidak menuntut dapat nilai 100. Tujuannya, terpenting belajar Matematika tahu filosofinya dan digunakan untuk kegiatan kehidupan. Agar tak mudah menyerah, belajar hidup itu seperti saat kita mengerjakan soal Matematika,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY Kadarmanta Baskara Aji yang juga hadir dalam dialog mengamini bawasanya peran guru sangat penting membuat pelajaran menjadi menyenangkan. “Matematika sekarang jadi mimik, bukan momok lagi. Dicari dan dinantikan para siswa. Di sini peran guru sangat penting dan ternyata mereka belajar di PPPPTK Matematika,” terang Baskara Aji.

Sementara Kepala PPPPTK Matematika, Daswatia Astuty secara khusus menyampaikan apresiasi lantaran DIY mampu menegaskan diri sebagai Kota Pelajar setelah mendapat jumlah nilai 100 tertinggi dari seluruh Indonesia. “Ada kebijakan dari daerah juga yang tampaknya mendukung raihan saat ini. Saya kira ini peran kita bersama dan harapannya bisa menginspirasi daerah lain di Indonesia,” tandas dia. (Fxh)