Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 23 Mei 2019 / 19:50 WIB

Stok Beras di Gudang Bulog Telukan 'Aman' untuk Lebaran

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Stok beras di gudang Bulog, Telukan, Grogol masih aman sebanyak 2.400 ton. Melimpahnya beras tersebut bisa dijadikan jaminan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Penyaluran beras akan dilakukan salah satunya melalui pasar murah.

Kepala Gudang Bulog Telukan, Grogol Wisnu Sancoyo, Kamis (23/5/2019) mengatakan, posisi stok beras di gudang Bulog, Telukan sangat melimpah mencapai 2.400 ton. Jumlah tersebut mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan selama tiga atau empat bulan kedepan. Kemungkinan stok beras masih akan bertambah menyesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu pada beberapa bulan kedepan juga masih ada panen raya padi.

Stok beras yang dimiliki Bulog Telukan, Grogol dalam penyalurannya berbeda dibanding tahun sebelumnya. Sebab Bulog sudah tidak lagi melakukan penyaluran beras sejahtera (rastra). Beras sekarang disalurkan melalui berbagai program seperti pasar murah, dan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH).  

“Di gudang Telukan, Grogol stok beras sangat melimpah dan dalam penyalurannya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan selama puasa Ramadan dan Lebaran saja, namun hingga beberapa bulan kedepan,” ujarnya.

Bulog Telukan, Grogol meminta kepada masyarakat untuk tidak resah kekurangan bahan pangan khususnya beras. Sebab stok yang sangat melimpah tersebut menjadi jaminan masyarakat. Dalam penyalurannya sendiri nantinya juga akan mudah karena melalui pasar murah.

“Beras yang dilepas Bulog seperti ke pasar murah bertujuan untuk membantu pemenuhan pangan masyarakat sekaligus menstabilkan harga apabila terjadi lonjakan,” lanjutnya.

Untuk gelaran pasar murah direncanakan akan dilaksanakan di halaman kantor Pemkab Sukoharjo, Jumat (24/5). Pada kesempatan tersebut disediakan beras dalam jumlah banyak dan harga terjangkau.

Bulog Telukan, Grogol pada puasa Ramadan hingga Lebaran terus melakukan pemantauan di lapangan. Salah satunya yakni dengan mendatangi pasar tradisional. Petugas tidak hanya memantau stok namun juga pergerakan harga.

“Beras sampai ditingkat pengecer atau pedagang di warung atau toko kelontong juga kami pantau. Jangan sampai stok langka dan harga melonjak,” lanjutnya. (Mam)