DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 23 Mei 2019 / 15:46 WIB

Jelang Lebaran Waspada Uang Palsu, Yuk Simak Lagi Cara 3D

YOGYA, KRJOGJA.com - Maraknya peredaran uang palsu menjadi keresahan masyarakat. Terkadang masyarakat masih ragu dengan uang yang didapatkannya.

Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia DIY, Hilman tisnawan yang diwakili Kasir BI DIY Sukoco, mengatakan, ada beberapa ciri-ciri yang menjadi perhatian masyarakat untuk terhindar dari uang palsu. Cara paling mudah mengecek keaslian uang rupiah adalah dengan melakukan tiga D, yaitu Dilihat Diraba Diterawang.

Dilihat

"D" yang pertama adalah Dilihat. Uang kertas rupiah menurutnya memiliki warna yang terang, dan jelas dan mudah sekali untuk dikenali. Selain dari warna ada juga dari benang pengamanan yang bentuk seperti di anyam.

"Benang pengaman seperti ini hanya terdapat pada pecahan Rp.100 ribu, Rp, 50 ribu dan Rp 20 ribu. Khusus pecahan Rp.100 dan Rp. 50 ribu, benang pengamannnya bisa berubah warna bisa dilihat dari sudut pandang tertentu. Sementara di pecahan Rp.1000, 2000, 5000 dan Rp.10000, benang pengaman seperti ditanam," kata Sukoco pada saat sosialisasi acara uang lusuh di aula Disperindag Bringharjo. Rabu (22/05/19).

Selain melihat uang rupiah dari tinta yang berubah warna, gambar perisai yang ada didalam uang terdapat logo BI dan bisa berubah warna dengan sudut pandang tertentu.

"Jika dilihat uang kertas rupiah kita ada gambar tersembunyinya. Disini ada tulisan BI pada bingkai persegi panjang naik sedikit ada gambar tersembunyi multiwarna yang berupa angka sesuai dengan pecahanya masing masing," tambahnya.

Diraba

Ada beberapa bagian dalam uang kertas rupiah yang terasa kasar jika diraba. Bagian yang terasa kasar jika diraba yaitu ada di gambar utama Pahlawan Indonesia, Garuda Pancasila, angka nominal, huruf terbilang, frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI), dan tulisan bank Indonesia.

Selain itu ada juga kode tuna netra untuk membantu bagi mereka yang tidak bisa melihat agar mampu mengenali pecahan uang. Yaitu Blind kode yang terletak di kedua sisi kiri dan kanan yang terasa kasar jika diraba.

"Kenapa bisa kasar? Karena yang rupiah dicetak menggunakan teknik cetak khusus," lanjutnya.

Diterawang

"Uniknya uang rupiah kita ada tanda air kalau diterawang ke arah cahaya. Jika diterawang ada gambar pahlawan kita, selain gambar pahlawan, ada juga gambar saling isi berbentuk logo BI yang disebut rectoverso," pungkasnya. (Ive)