DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 23 Mei 2019 / 14:44 WIB

Pemkab Janji Pembayaran Sewa SSA Sebelum Lebaran

BANTUL, KRJOGJA.com - Pemerintah Desa Trimulyo (Pemdes) Kecamatan Jetis Bantul berharap Pemerintah Kabupaten Bantul segera menyelesaikan pembayaran sewa tanah kas desa untuk Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul yang sudah mundur sekitar 6 bulan.  Sesuai ketentuan awal, mestinya uang sewa tanah kas desa untuk pembangunan SSA tersebut dibayar akhir tahun 2018.            

"Sebelumnya kami dari perangkat Desa Trimulyo sudah audiensi ke Pak Wakil Bupati (Abdul Halim Muslih-red), selain mengingatkan, juga minta supaya Pemkab Bantul segera membayar sewa tanah kas desa. Dalam kesempatan itu Pemdes Trimulyo juga minta agar ada kenaikan sewa, " ujar Sekretaris Desa Trimulyo Jetis Bantul, Arif Muhammad Fauzi, Kamis (23/5). Sesuai dengan ketentuan, pembayaran sewa tanah kas desa Trimulyo mestinya dilakukan Desember 2018. Namun kenyataannya, hingga Mei 2019 Pemkab Bantul belum melakukan pembayaran.

Bagi Pemdes Desa Trimulyo, uang sewa tanah kas desa yang digunakan membangun SSA Bantul itu sangat berarti. “Selain nilainya cukup besar, tanah kas desa tersebut merupakan pelungguh pamong. Selain itu dari sewa juga masuk menjadi Pendapatan Asli Desa,” jelasnya.

Arif Muhammad Fauzi mengatakan, tanah kas desa milik Desa Trimulyo yang disewa Pemkab Bantul keseluruhan mencapai 21,600 hektare. Dengan besaran sewa senilai Rp 15.250.000, per hektare / tahun. "Atau jika dirinci setiap lobang Rp 15.250, dan satu hektarnya muncul angka Rp 15 juta lebih sedikit itu," ujar Arif.

Oleh karena itu, untuk periode sewa 2019-2023 Pemdes telah mengajukan adendum kepada Pemkab  Bantul terkait dengan perubahan nilai sewa terkini. Tanah kas desa milik Desa Trimulyo mulai disewa untuk pembangunan kompleks SSA sejak tahun 2003. "Waktu itu sewa periode pertama 2003-2008 dibayar kontan didepan," jelasnya. Setalah itu, pembayaran periode 2008-2013 sewa tanah kas dibayar dua kali. Kemudian sewa periode 2013-2018 kerap  mengalami keterlambatan atau kurang lancar.

Terkait dengan adendum yang diajukan ke Pemkab Bantul, sejauh ini belum mencapai kesepakatan. Dari Pemdes Trimulyo mengajukan untuk sewa per hektarenya naik menjadi Rp 25 juta per tahun. Tetapi Pemkab Bantul menawar Rp 22 juta per hektare /tahun. "Dari Rp 25 juta yang kami ajukan dalam poin adendum itu, Pemkab Bantul menawar Rp 22 juta, itu saja mulai pembayaran yang tahun 2020. Sementara khusus tahun 2019 ini masih menggunakan kesepakatan lama yang Rp 15.250.000 per hektare / tahun," ujarnya.

Arif Muhammad Fauzi mengatakan, dalam audiensi dengan Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih sehari sebelumnya, Pemkab Bantul segera koordinasi dengan Sekda dan Dikpora.  Sehingga keterlambatan pembayaran bisa segera dibereskan.  

Terpisah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, Drs Isdarmoko MPd, MMPar mengatakan, Pemkab Bantul bakal segera membayar uang sewa SSA untuk tiga desa yakni Desa Trimulyo Jetis, Desa Wonokromo Kecamatan Pleret serta Desa Timbulharjo Kecamatan Sewon. Khusus Desa Trimulyo memang mengajukan adendum, yakni uang sewa tanah kas desa naik menjadi Rp 25 juta. Tetapi untuk pengajuan itu masih akan dibahas kemudian. "Kami akan membayar sewa tanah kas desa itu sebelum Lebaran, baik Desa Trimulyo, Wonokromo dan Timbulharjo. Tetapi nilainya masih sama dengan perjanjian lama," ujarnya. (Roy)