Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 23 Mei 2019 / 14:20 WIB

Eks Dirut BPR Bank Salatiga Minta 5 Orang Diproses Hukum

SALATIGA, KRJOGJA.com - Keluarga eks Dirut PD BPR Bank Salatiga, M Habib Soleh melalui penasehat hukum Ign Suroso Kuncoro menuntut agar 5 orang staf PD BPR Bank Salatiga dan mantan karyawan lainnya untuk diproses hukum oleh pihak kejaksaan dan tidak didiamkan saja. 

"Fakta persidangan bahwa  klien saya tidak memakai uang dan yang merusak sistem di perbankan Bank Salatiga dan memakai uang dan telah diakui dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang. Saya menuntut agar kejaksaan melakukan proses hukum terhadap 5 karyawan dan mantan karyawan yang telah memakai uang Bank Salatiga pada saat klien kami yakni Pak Habib menjabat Dirut. Pak Habib didzalimi oleh sebagian karyawannya sendiri," tandas Ign Suroso Kuncoro kepada para wartawan di Salatiga, Kamis (23/05/2019).

Ditanya siapa saja karyawan dan eks karyawan yang diduga memakai uang nasabah sehingga menjerumuskan eks Dirut PD BPR Bank Salatiga?, Ign Suroso Kuncoro didampingi anak terdakwa, Erwin (26) mengatakan dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Semarang terungkap semua, ada beberapa karyawan yang memakai uang, yakni berinisial Wid (eks Wadir BPR Bank Salatiga), sedangkan karyawan adalah  Nar (45), Lin (34) Puj (40) dan Tng (44) mantan pejabat di BPR Bank Salatiga tahun 2008-2009 silam.

“Kami menuntut kejaksaan jangan hanya diam saja, nama nama itu muncul  dari  fakta persidangan dan diakui semuanya oleh para saksi. Mengapa Kejaksaan Salatiga hanya diam saja ada apa ini? Kami mewakili keluarga meminta keadilan agar ini diungkap semuanya. Masa klien kami disuruh membayar ganti rugi Rp 12,5  miliar. Pengusutan terhadap nama-nama juga diperintahkan oleh hakim kepada jaksa lho. Bahkan diantara mereka juga menerbitkan bilyet palsu beberapa deposan,” tandas Suroso Kuncoro didampingi anak terdakwa, Erwin.

Sementara itu, Erwin mengungkapkan dirinya sebagai anak terdakwa merasa ayahnya diperlakukan tidak adil dalam proses hukum. “Kami menuntut keadilan dan harus diproses semuanya termasuk yang memakai uang sehingga mengorbankan bapak saya,” tutur Erwin kepada Krjogja.com. (Sus)