Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 23 Mei 2019 / 13:41 WIB

Merencanakan Keuangan Lebaran dengan Bijak


HARI Raya Idul  Fitri masih lebih dari seminggu, tetapi persiapan untuk memperingatinya sudah terasa. Seperti biasanya, masyarakat berbelanja segala macam kebutuhan baik itu sandang dan makanan, tidak jarang tak terkendali. Namun tanpa perhitungan dan perencanaan yang matang, hal itu justru membuat kondisi keuangan keluarga semakin terpuruk.

Praktisi perencanaan keuangan sekaligus dosen Fakultas Ekonomi UNY, Dr Ratna Candrasari MSi CA mengungkapkan, ada beberapa tips yang bisa diaplikasikan menjelang Lebaran ini.

“Bisa dengan cara sederhana seperti mengelompokkan uang dalam amplop-amplop yang berbeda, atau rekening khusus untuk konsumsi jangka pendek,” kata Ratna, belum lama ini.

Akan tetapi dirinya mengingatkan jangan sampai mempunyai ‘Mental Accounting’, yaitu mengkotak-kotakan kebutuhan. Ratna mencontohkan, perilaku itu seperti menggunakan uang gaji sangat hati-hati, tetapi tidak dengan bonus ataupun THR. Di luar uang gaji biasanya orang membelanjakannya untuk kebutuhan sekunder dan justru kurang terkendali.

“Membuat daftar belanja itu penting, semua pengeluaran harus dicatat dan jangan sampai terlewat, semakin rinci dan komprehensif catatan pengeluaran maka semakin baik dan akurat,” jelas Ratna.

Sementara bagi masyarakat yang berniat mudik perjalanan jauh, membutuhkan banyak biaya harus merencanakannya jauh hari. Bahkan Ratna menganjurkan paling tidak setahun sebelum keberangkatan. Hal itu juga berlaku bagi masyarakat yang berniat mudik namun pas-pasan “Aplikasikan The Power of Recehan, yaitu selalu menyisihkan berapapun uang untuk tujuan seperti mudik,” ungkapnya.

Ratna mengingatkan, oleh karena bepergian jauh membutuhkan biaya tidak sedikit dan merupakan agenda tahunan, keuangan untuk mudiak harus benar-benar disiapkan sejak lama dan terencana. Sehingga tidak mendadak, karena banyak kebutuhan lainnya yang masih harus dibeli. (*-34)