DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 23 Mei 2019 / 15:11 WIB

SELAMA MASA ANGKUTAN IDUL FITRI

AirNav Yogyakarta Antisipasi Balon Udara

YOGYA, KRJOGJA.com - Menjelang masa Angkutan Hari Raya Idul Fitri, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Indonesia (LPPNI) atau AirNav Cabang Yogyakarta mulai mengantisipasi terhadap munculnya balon udara yang dapat mengganggu penerbangan. 

Salah satunya dengan berkomunkasi langsung dengan Pemkab Wonosobo dan Pekalongan, Jawa Tengah, yang memang setiap tahunnya memiliki tradisi berupa Festival Balon Udara.

General Manager AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta Nono Sunaryadi mengatakan hal itu di Yogyakarta, Rabu (22/5). Menurutnya, LPPNI bertanggung jawab di lalu lintas udara. Mulai dari pesawat take off sampai landing baik di bandara yang sama atau tidak. Adanya balon udara yang terbang di ketinggian antara 24.000 hingga 30.000 meter jelas dapat mengganggu keselamatan penerbangan.

"Pada tahun 2017 dan 2018 kita mendapat banyak laporan dari pilot jika mereka melihat balon udara dengan ketinggian antara 24.000 hingga 30.000 meter. Itu sangat tinggi untuk ukuran lalu lintas udara. Apalagi diameternya ada yang sampai 7 meter. Jika tersedot
mesin pesawat, bisa terbakar dan meledak. Jika jatuhnya di permukiman penduduk, juga akan lebih banyak menimbulkan kerugian,” jelasnya.

Untuk itu, AirNav Cabang Yogyakarta secara intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Kertek dan Kalijaga, Kabupaten Wonosobo. Demikian pula di Kabupaten Pekalongan, mulai dari Barat, Utara, Timur hingga Selatan.

Nono menegaskan, pihaknya bukan melarang menerbangkan balon udara. Hanya saja ada aturannya. Balon wajib ditambatkan dengan ketinggian terbang maksimal 150 meter. Ketinggian balon maksimal 7 meter dan diameternya tidak boleh lebih dari 4 meter.

"Jadi bukannya tidak boleh. Melainkan ada ketentuannyyakni harus ditambatkan. Ukuran balon serta ketinggian
terbangnya juga harus disesuaikan agar tidak sampai mengganggu penerbangan,” jelasnya. (Awh)