DIY Editor : Agung Purwandono Kamis, 23 Mei 2019 / 10:10 WIB

Sheilla dan Terannisa Juara 'Writing Competition Beswan Djarum

YOGYA, KRJOGJA.com    - Mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB) Sheilla Windy Komara dan mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Terannisa Nabila Balqis sukses meraih juara pertama dalam 'Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019' yang diselenggarakan Djarum Foundation.

Pengumuman pemenang  disampaikan Dewan Juri Prof Jamasri usai final nasional 'Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019' Eastparc Hotel  Yogyakarta, Rabu (22/5) malam. Selain Prof Jamasri, dewan juri beranggotakan Indra Biqwanto (Co-Founder Opini.id) dan Uni Lubis (Pemimpin Redaksi IDN Times).

Sheilla Windy Komara menjuarai kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau eksakta dengan karya berjudul "Implementasi Farmakogenomik Melalui Pengembangan U-PGx GIMS di Indonesia". Sedangkan Terannisa Nabila Balqis menjuarai kategori Humaniora, Budaya, dan Ilmu Sosial atau non-eksakta dengan karya berjudul 'Sampahqu: Aplikasi Bank Sampah Beserta Layanan Ojek Sampah (Pengambilan Tabungan Sampah di Rumah Tangga) dengan Sistem Online Database Demi Terwujudnya Indonesia Bebas Sampah'.

Adapun Juara 2 dan 3 kategori Ilmu Pengetahuan dan Teknologi diraih Patricia Samantha Puteri dari ITB dan Astika dari Universitas Andalas (Unand) Padang. Juara 2 dan 3 kategori Humaniora, Budaya, dan Ilmu Sosial diraih Widya Wijaya Kusuma Putri (Universitas Surabaya) dan Lidya Ametha Karina (Universitas Sumatera Utara).

Juara 1 Sheilla dan Terranisa masing-masing berhak atas hadiah uang sebesar Rp20 juta, juara 2 Patricia dan Astika masing-masing mendapatkan Rp15 juta, serta juara 3 Widya dan Lidya masing-masing memperoleh Rp10 juta.

Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation Adrian Hadinata mengatakan, final nasional Writing Competition Beswan Djarum 2018/2019 yang berlangsung selama dua hari, 21-22 Mei, diikuti 16 Beswan Djarum yang terpilih pada kompetisi tahap pertama atau tahap regional dari empat wilayah yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Adrian Hadinata mengatakan writing competition merupakan kelanjutan dari pembekalan keterampilan lunak (soft skills) yang diberikan kepada Beswan Djarum, seperti character building dan leadership development.

Setelah soft skills, menurut Adrian, writing competition merupakan ajang bagi Beswan Djarum untuk menunjukkan pemikiran kritisnya terhadap permasalahan bangsa dan memberikan gagasan orisinal berdasarkan keilmuan yang ditekuninya.

"Writing Competition Beswan Djarum itu terbuka bagi 465 mahasiswa penerima program Djarum Beasiswa Plus 2018/2019 yang tersebar di puluhan perguruan tinggi ternama di Indonesia," kata Adrian.

Sementara itu Uni Lubis menilai pada umumnya karya yang digagas bervariasi dan visioner. Selain itu para peserta memiliki percaya diri yang tinggi saat presentasi.

"Selama saya menjadi juri lomba penulisan baru kali ini para peserta diminta presentasi gagasannya. Nuansa ini yang tidak di lomba penulisan lainnya. (Cdr).