DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 23 Mei 2019 / 05:10 WIB

Tak Hanya untuk Ibadah, Masjid Membawa Fungsi Sosial

YOGYA KRJOGJA.com - Selain sebagai tempat ibadah, eksistensi masjid di Indonesia juga membawa fungsi sosial, pengadilan, pernikahan, membagi zakat. Masjid Kasultanan Ngayogyakarta juga mempunyai fungsinya Politik Pemerintahan (Grébég), pertahanan (Masjid Pathok Negara), dan fungsi Budaya sebagai pusat dakwah (Sekaten).

"Masjid membawa simbol-simbol akulturasi budaya dari masa ke masa," tutur Arkeolog UGM Prof Inajati Adrisijanti dalam Bincang Santai Eksistensi Masjid Dulu dan Kini,  Yang Silam Jadi Suluh Jadi Suar, Rabu (22/5/2019) di Ruang Audiovisual Gedung F Lt 2 Museum Benteng Vredeburg. 

Inajati yang akrab disapa Prof Poppy menyebutkan akulturasi budaya terlihat dari gaya arsitektur masjid. "Masjid Menara Kudus seperti candi dengan susunan batu bata, kemudian ada pengaruh arsitektur China selain tentunya juga ada pengaruh Arab berakulturasi dengan budaya setempat.  Seperti masjid Masjid Agung Demak yang tertua masjid Gedhe,  Pathok Negara dan lainnya," jelas Prof Poppy. 

Hadir narasumber lainnya Arsitek Revianto Budi Santoso,  Sejarawan Kartum Setiawan dengan moderator Fahmi Prihantoro. Revianto, arsitek yang merancang Masjid UGM menyebutkan Arsitektur Masjid Modern di Indonesia dengan jarak yang jauh dari Arab sangat unik dengan rasa Indonesia yang kental.  

"Kita melihat dari penjuru Nusantara banyak keragaman arsitekturnya,  seperti ada Masjid Rumah Gadang,  Joglo,  dengan ruang luas yang universal,  menara masjid,  bentuk yang berundak dan lainnya dengan Filosofi luhur," jelasnya.

Senada Sejarawan Kartum Setiawan menyebutkan peninggalan masjid dengan keberadaan makam makam di sekitar masjid, sebagai penyebar agama. "Masjid di Indonesia juga unik dengan keberadaan bedug sebagai penanda waktu sholat juga menara untuk kumandang azan. Juga dalam sejarah perlawanan pada penjajahan," ucapnya. (M-3)