DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 22 Mei 2019 / 13:36 WIB

Di Pasar Beringharjo Ada Tempat Penukaran Uang Lusuh, Tukar Yuk!

YOGYA,KRJOGJA.com - Bank Indonesia (BI) menggandeng Pemerintah Kota Yogyakarta dalam upaya meminimalisir peredaran uang lusuh. Pasalnya uang lusuh selain tampilannya tidak menarik, juga mengandung banyak kuman karena tidak bersih.

Deputi Bank BI, Sri Fitriani mengatakan uang dengan kondisi yang lusuh sebenarnya selain tidak enak dipegang juga memiliki banyak kuman yang bisa menimbulkan penyakit. Dengan kondisi seperti ini, Bank Indonesia dalam programnya membuat kebijakan yaitu clean money policy. Uang yang dipergunakan masyarakat adalah uang yang tidak lusuh.

"Jadi uang yang tidak lusuh itu uang itu bersih, masih jelas nominalnya, warnanya, sehingga siapapun yang menerimanya juga lebih baik," kata Deputi BI Sri Fitriani dalam sambutannya di aula Disperindag Beringharjo kota Yogyakarta. Rabu (22/05/19).

Selain memiliki fungsi sebagai alat pembayaran, uang juga sebagai alat penyimpan nilai kekayaan. Maka dari itu seharusnya masyarakat bisa memelihara uang dengan sebaik-baiknya.

Dalam kesempatan ini, pihaknya menyasar pasar rakyat Beringharjo yang dimungkinkan memiliki aktivitas besar. Selain itu, pasar merupakan peredaran uang lusuh banyak ditemukan.

"Program pertama mencoba meminta agen-agen bank untuk mengumpulkan uang lusuh yang ada dipara pedagang. Nah nantinya para pedagang ini kalau ingin menukar uangnya dari uang lusuh menjadi uang yang tidak lusuh itu bisa dilakukan melalui bank, nanti bank akan mengembalikan ke bank indonesia," katanya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Yogyakarta mengatakan, keberadaan uang bersih dipasar-pasar dengan sendirinya maka pasar akan sangat menjadi daya tarik bagi pengunjung.

"Jadi akan makin banyak lagi nasabah atau konsumen untuk bertransaksi dan berada di pasar khususnya di Beringharjo, selain fisik yang semakin bersih dan uangnya pun juga semakin bersih," tutur Wakil Wali Kota Heroe Purwadi. (Ive)