Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 22 Mei 2019 / 12:35 WIB

Dikeluhkan Masyarakat

Dishub Segera Tertibkan Pelanggaran Parkir Kendaraan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Pelanggaran berupa penyalahgunaan tempat parkir kendaraan bermotor banyak ditemukan disejumlah wilayah saat puasa Ramadan seperti sekarang. Bahkan pada saat jam tertentu terjadi penumpukan sepeda motor dan mobil di trotoar dan badan jalan. Akibatnya kemacetan sering tidak terhindarkan dan rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Titik pelanggaran terjadi seperti di Jalan Veteran, Sukoharjo Kota, Jalan Ir Soekarno, Solo Baru, Grogol, Jalan Slamet Riyadi, Kartasura, Jalan A Yani, Kartasura, Jalan Jenderal Sudirman Sukoharjo Kota. Penumpukan kendaraan mulai terjadi sejak pukul 16.00 dan puncaknya 17.30 WIB atau menjelang waktu buka puasa.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sukoharjo Djoko Indrianto, Rabu (22/5) mengatakan, sudah ada keluhan dari masyarakat yang masuk ke petugas. Hal itu dianggap wajar karena memang penumpukan kendaraan terjadi dalam satu waktu dibeberapa tempat tertentu. Salah satunya seperti di tempat makan baik berupa rumah makan, warung dan restauran. Selain itu juga dipusat keramaian seperti pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern.

Bentuk pelanggaran tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh Dishub Sukoharjo dengan melakukan penertiban. Sebab badan jalan dan trotoar tidak diperbolehkan sebagai lokasi parkir kendaraan.

“Tempat usaha sejak awal sudah diminta untuk membuat tempat parkir kendaraan sendiri. Karena itu jelas pelanggaran parkir maka nantinya tetap akan ditertibkan,” ujarnya.

Penertiban dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan terhadap pelanggaran. Selain itu juga dalam rangka antisipasi terjadinya masalah lain seperti kecelakaan lalu lintas.

“Misal seperti ada informasi dari masyarakat soal parkir kendaraan di badan jalan di tikungan jembatan Bacem Grogol. Itu sangat membahayakan kalau pengguna jalan tidak hati hati maka bisa saja terjadi kecelakaan,” lanjutnya.

Dishub Sukoharjo nantinya dalam melakukan penertiban akan melibatkan petugas Satlantas Polres Sukoharjo. Sanksi akan diberikan baik berupa teguran lisan atau tertulis. Serta kewajiban bagi pemilik tempat usaha menyediakan tempat parkir kendaraan sendiri.

“Ada dibeberapa titik memang sudah disediakan tempat parkir umum. Cuma masalahnya daya tampung tidak mencukupi dan parkir kendaraan meluber ke badan jalan,” lanjutnya.

Terkait dengan kondisi tersebut Dishub Sukoharjo meminta kepada juru parkir (jukir) resmi yang bertugas di tempat parkir tersebut untuk lebih tertib. Artinya tidak terlalu banyak menggunakan badan jalan sehingga menganggu arus lalu lintas kendaraan.

“Soal tarikan tarif parkir kendaraan masih normal dan belum ada temuan atau laporan pelanggaran dari masyarakat,” lanjutnya.

Kasat Lantas Polres Sukoharjo AKP Zamroni mengatakan, memang ada temun pelanggaran soal parkir kendaraan. Lokasinya tidak hanya di tengah kota Sukoharjo saja tapi juga di perbatasan seperti di sepanjang Jalan Ir Soekarno, Solo Baru, Grogol. Banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan menyebabkan penyempitan akses lalu lintas. (Mam)