Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 22 Mei 2019 / 11:42 WIB

Resmi Mandiri, 3 Keluarga Tak Lagi Terima BPNT Kemensos

MAGELANG, KRJOGJA.com - Tiga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kota Magelang tidak lagi menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) dengan alasan karena sudah mandiri dan mampu secara ekonomi.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Sosial Kota Magelang Hardi Siswantono kepada wartawan di sela-sela penyerahan BPNT di e-Warong "Candol" Jagoan Kelurahan Jurangombo Utara Kota Magelang, Selasa (21/5/2019). "Alasan mereka karena sudah mandiri dan mampu, sehingga menolak BPNT," kata Hardi sambil menambahkan ini merupakan langkah positif yang bisa ditiru KPM lain jika sudah mampu.

Ketiga KPM tersebut berasal dari Kelurahan Rejowinangun Selatan, Jurangombo Selatan, dan Rejowinangun Utara. Mereka mengundurkan diri sejak tahun 2018 lalu.

Dikatakan, total KPM penerima BPNT mencapai 4.161 per Mei 2019. Mereka tersebar di 17 kelurahan di Kota Magelang. Sedangkan keluarga tidak mampu yang tercatat di Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin (DTPFM) masih sekitar 9.000 lebih.

"Setiap KPM mendapatkan bantuan sosial pangan non tunai berupa beras 8 kilogram dan telur ayam rata-rata 1 kilogram setiap bulan. Nilainya Rp 110.000," jelas Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kota Magelang Titin Haryani Murtiningrum sambil menambahkan diantara KPM ada yang bekerja sebagai buruh cuci, ART, buruh serabutan, dan sebagainya.

Dikemukakan, Kemensos memiliki sarana pencairan bantuan sosial berupa bahan pangan pokok dan atau uang tunai secara elektronik, kebutuhan usaha, serta pemasaran hasil produksi melalui program Elektronik Warung Gotong Royong (E-Warong). Program ini dikelola sendiri oleh Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan

E-Warong ini, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat bantuan sosial. Fungsinya sebagai tempat menjual bahan pangan murah berkualitas dan kebutuhan pokok rumah tangga, agen bank penyalur bantuan sosial nontunai, tempat pemasaran hasil produksi KUBE.

"Diharapkan ke depan juga menjadi tempat layanan koperasi simpan pinjam. Kalau mereka sudah bisa mengelola keuangan, maka akan dilepas, bisa mandiri," katanya sambil menyebut di Kota Magelang sudah terbentuk lima e-Warong.

Salah satu KPM penerima bantuan sosial pangan Tumirah mengaku terbantu dengan adanya BPNT ini setiap bulan. Wanita yang sehari-hari sebagai buruh cuci ini berujar jika beras dan telur bermanfaat untuk kebutuhan makan keluarganya. "Iya, terimakasih sudah dibantu beras dan telur setiap bulan. Berasnya juga bagus, enak dimasak," kata salah satu warga Kemirirejo Kelurahan Magelang ini. (Tha)