Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 22 Mei 2019 / 11:33 WIB

Arak Tebu Pengantin, PTPN IX Hadapi Musim Giling

KUDUS, KRJOGJA.com - Lima pabrik gula di bawah naungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX dibebani target laba sekitar Rp 25 miliar pada musim giling 2019, yakni Pabrik Gula (PG) Rendeng Kudus, PG Mojo Sragen, PG Sragi Pekalongan, PG Tasikmadu Karanganyar, dan PG Pangkah Brebes. Khusus PG Rendeng ditarget mampu memberikan keuntungan antara Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar.

Profitas produksi diperoleh setelah adanya revitalisasi sejumlah pabrik gula yang dalam dua tahun terakhir digelontor investasi cukup besar, mencapai Rp 250 miliar. Investasi terbesar untuk revitalisasi PG Rendeng. “Kami optimistis target laba dapat terpenuhi,” ujar Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol, didampingi Manajer PG Rendeng Agus Sulistiyanto dalam selamatan giling, Selasa (21/5) sore.

Selama empat tahun terakhir sejumlah pabrikan gula merugi akibat besarnya biaya operasional menggunakan mesin lama, termasuk PG Rendeng. Musim giling kali ini, PG Rendeng menggunakan kombinasi mesin produksi lama dan baru. Saat ini revitalisasi mesin produksi mencapai 87 persen.

Dengan menggunakan kombinasi mesin produksi baru, kapasitas giling tebu ditingkatkan dari 2.500 ton per hari menjadi 3.000 ton per hari. Musim giling 2020, mesin produksi mampu menggiling 4.000 ton per hari. “Mesin produksi baru dengan kapasitas dinaikkan, memberikan profitas lebih tinggi,” kata Hutagaol.

Sedang lima PG di bawah PTPN IX tahun ini akan menggiling tebu sekitar 1 juta ton. Target produksi gula kristal putih 67 ribu ton, dengan perhitungan rendemen 7 persen.

Manajer PG Rendeng Agus Sulistiyanto menambahkan, musim giling 2019 ini pihaknya menargetkan produksi gula kristal sebanyak 20,685 ribu ton. Perkiraan jumlah tebu digiling 277,3 ribu ton, rendemen 7,44 persen. “Kami yakin, musim giling tahun ini, PG Rendeng dapat membukukan laba,” ungkapnya.

Keuntungan didapat setelah PG Rendeng melakukan revitalisasi mesin produksi senilai Rp 225 miliar yang dibiayai dari penyertaan modal negara (PMN). Revitalisasi mesin produksi meliputi boiler (ketel uap), mill (gilingan), pemurnian, evaporator (stasiun penguapan), kristaliser, centrifugal (pemutaran), pengemasan, hingga bagase handling. (Trq)