Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 22 Mei 2019 / 10:13 WIB

Pelaku Usaha di Sukoharjo Sanggup Bayar THR Karyawan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Proses pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri diharapkan tidak ada masalah. Sebab sampai sekarang belum ada pelaku usaha yang mengeluhkan mengalami kesulitan membayar THR pada karyawannya. Pembayaran wajib dilakukan sesuai aturan paling lambat satu minggu sebelum Lebaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo Bahtiyar Zunan, Rabu (22/5) mengatakan, petugas sudah diterjunkan untuk melakukan pemantauan berkaitan dengan kondisi pelaku usaha. Mereka yang disasar seperti perusahaan atau industri skala besar, sedang dan kecil. Hasilnya sudah ada kesanggupan secara lisan dari masing masing pelaku usaha untuk membayarkan kewajibannya kepada karyawan berupa THR.

Pemantauan dilakukan karena sekarang masih ada cukup banyak waktu bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan pembayaran THR. Sisa waktu yang ada sekarang sekitar 14 hari sebelum Lebaran. Sesuai aturan pembayaran paling lambat dilakukan satu minggu atau tujuh hari sebelum Lebaran.

“Sudah ada kesanggupan pembayaran THR dan memang biasanya setiap tahun pihak pelaku usaha sudah bersedia membayarkannya ke karyawan,” ujarnya.

Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo akan terus memantau kesanggupan dari para pelaku usaha. Pemantauan semakin diintensifkan menjelang batas waktu pembayaran. Sebab ada kerawanan terjadi pelanggaran berupa keterlambatan pembayaran THR pada karyawan.

“Kalaupaun ada keterlambatan itu hanya beberapa pelaku usaha. Satu atau dua perusahaan saja, sebab secara umum kondisi di Sukoharjo para pelaku usaha sudah patuh pada aturan,” lanjutnya.

Mengantisipasi terjadinya masalah pelanggaran pembayaran THR, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo juga membuka posko pengaduaan. Karyawan atau pekerja dipersilahkan mengajukan laporan kepada petugas apabila sesuai batas waktu yang ditentukan belum menerima pembayaran THR.

Ketua SPRI Sukoharjo Sukarno, mengatakan mengenai kesiapan pelaksanaan pembayaran THR sudah dirapatkan bersama oleh serikat pekerja, pengusaha dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Sukoharjo dalam waktu dekat. Materi yang dibahas yakni mengenai kesiapan pengusaha untuk melaksanakan kewajiban membayar THR.

Diluar itu serikat pekerja di masing masing perusahaan juga telah saling berkoordinasi. Karyawan diberikan pemahaman tentang hak mereka mendapatkan THR. Tidak harus karyawan yang sudah bekerja selama satu tahun saja. Karyawan yang baru bekerja belum genap satu tahun juga memiliki hak THRsama dengan nilai disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

“Secara umum pelanggaran pembayaran THR di Sukoharjo dalam arti perusahaan tidak membayar THR ke karyawan tidak ada. Cuma catatan kami setiap tahun selalu ada keterlambatan pembayaran dari perusahaan ke karyawan dan itu selalu berulang,” ujarnya.

Pelanggaran yang dimaksud yakni perusahaan seharusnya membayarkan THR pad karyawan paling lambat satu minggu sebelum Idul Fitri. Namun SPRI menemukan dibeberapa perusahaan THR baru dibayarkan perusahaan ke karyawan sampai ada yang tiga atau dua hari sebelum Idul Fitri.

SPRI Sukoharjo memberikan catatan tersebut ke perusahaan agar kedepan tidak mengulangi kesalahannya lagi. Sebab waktu teknis pembayaran THR sudah ada aturannya sendiri dari pemerintah pusat dan tidak boleh dilanggar.

“Perusahaan besar sudah patuh memberi THR pada karyawannya dan nominal yang diberikan sesuai aturan. Permasalahannya justru ada pada bidang usaha kecil yang memiliki beberapa karyawan saja. Misal toko, rumah makan atau jenis usaha jasa. Mereka tetap wajib memberikan THR pada karyawan,” lanjutnya. (Mam)