DIY Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 08 Desember 2018 / 00:10 WIB

Tiada Pertentangan Agama dan Budaya

YOGYA, KRJOGJA.com - Agama dan budaya tidak bertentangan. Bahkan, budaya, seperti halnya tradisi cukup efektif untuk menyebarluaskan ajaran Islam. 

"Bahwa sebenarnya antara agama dan budaya itu tidak bertentangan. Justru sebagai umat Islam hendaknya mempertahankan serta melestarikan budaya tradisi tersebut," ucap Gus Irwan Masduki dari LBM PWNU DIY dalam Sarasehan Kebudayaan 'Menimbang Antara Kearifan Lokal dan Kemusyrikan' di Wisma Kagama UGM Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). 

Menurut Pengasuh PP Ass Salafiyah Mlangi tersebut, belakangan ada pihak yang mempertentangkan tradisi dengan agama. Padahal, jika dirunut Islam berkembang melalui perangkat budaya nusantara.

Sementara Ketua FKUB DIY KH Abdul Muhaimin menjelaskan diplomasi budaya menjadi cara efektif yang bisa digunakan. Pengasuh PP Nurul Ummahat Kotagede tersebut menjelaskan jika sisi ekonomi Indonesia sudah kuat. Sedang di bidang teknologi, Indonesia masih sebatas menjadi konsumen. 

"Kekayaan budaya menjadi peran utama dalam diplomasi Indonesia di percaturan global," ucap KH Abdul Muhaimin.

Selain itu, KH Muhaimin juga menyebut agama, khususnya Islam memiliki kandungan budaya yang tinggi. Filosofi dalam budaya tersebut tercermin baik dalam artefak maupun sikap hidup masyarakat.

"Sebab itu Kraton Mataram Islam bertanggungjawab sepenuhnya untuk memelihara kebudayaan dan Islam. Dengan segala potensi yang dimiliki harus mampu mempertahankan dan melestarikannya," sebut KH Muhaimin.

Narasumber lainnya Pakar Sosiologi Dr Fathorrahman mengatakan bangsa Indonesia punya kearifan lokal yang menjadi kekuatan sekaligus kekayaan. Hal tersebut harus terus disosialisasikan karena keberadaannya makin tipis di tengah masyarakat. (Feb)