Peristiwa Editor : Ivan Aditya Jumat, 07 Desember 2018 / 16:43 WIB

WHO Pelajari Rekayasa Genetika Bayi di China

SWISS, KRJOGJA.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bakal membentuk panel untuk mempelajari perkara studi rekayasa genetika bayi yang dilakukan oleh ilmuwan asal China, He Jiankui, yang kontroversial. Studi itu mengklaim telah berhasil menciptakan embrio bayi pertama di dunia dengan melakukan penyuntingan genetik.

"Itu tidak bisa dilakukan tanpa pedoman yang jelas," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss.

WHO, kata Tedros, bakal mengumpulkan para ahli yang merupakan perwakilan dari sejumlah negara anggota untuk membahas standar dan pedoman yang dapat mencakup masalah etika dalam dunia kesehatan. Jiankui mengklaim telah berhasil mengubah DNA anak perempuan kembar yang memiliki riwayat virus HIV pada orang tuanya. Hal itu dilakukannya untuk mencegah penularan virus pada anak.

Eksperimennya telah mendorong kecaman luas dari komunitas ilmiah di dunia. Pemerintah China juga bahkan mengecam keras dan meminta praktik dibatalkan.

Namun, Tedros menolak berspekulasi tentang apakah yang dilakukan Jiankui--mengedit DNA untuk mencegah penularan virus HIV--bisa menjadi jawaban untuk masalah-masalah kesehatan di masa depan.

Panel yang dibentuk WHO, kata Tedros, bakal memulainya dengan 'lembaran bersih'. "Kami akan mulai dengan bertanya, haruskah kami mempertimbangkan ini (eksperimen Jiankui untuk mencegah penularan HIV)?" kata dia. (*)