Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 07 Desember 2018 / 16:26 WIB

Ini Dia, Rekomendasi Simposium Internasional Pendidikan 4.0


BALI, KRJOGJA.com - Penyelenggaraan International Symposium on Open, Distance and E-Learning 2018 (ISODEL) yang dilaksanakan mulai tanggal 3-5 Desember 2018, di Bali, menghasilkan 22 kesimpulan dan 20 rekomendasi untuk mewujudkan 'Pendidikan 4.0 untuk Indonesia'. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapustekkom), Kemendikbud, Gogot Suharwoto. “Revolusi Industri 4.0 tidak hanya mendekati tetapi sudah terjadi dan menjadi bagian dari kehidupan kita. Pertanyaannya adalah bagaimana kita di sektor pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, dinas pendidikan, pemerintah pusat dan daerah, serta pemangku kepentingan lainnya agar dapat menyesuaikan dengan perubahan zaman yang cepat,” terang Gogot pada penutupan ISODEL, Rabu (06/12/2018) malam.

Dari materi yang disampaikan berbagai narasumber menghasilkan kesimpulan diantaranya proses dan Model Belajar perubahan di dalam era Pendidikan 4.0 adalah bermain, belajar dan bekerja terjadi di dalam satu waktu yang sama. Selanjutnya, Strategi dan teknik belajar harus fokus pada pelajar, memanfaatkan teknologi digital, dan menggunakan pendekatan inovatif serta Kedua belah pihak, guru dan pelajar harus melek digital/informasi, melek teknologi, termasuk melibatkan peran masyarakat, dan orang tua di dalam pendidikan universal.

Adapun untuk rekomendasi yang dihasilkan dalam pelaksanaan ISODEL untuk guru terdiri dari peningkatan kompetensi sesuai dengan standar, terutama dalam literasi digital untuk e-learning, e-administrasi, dan e-career; Aktif dalam komunitas guru melalui KKG, MGMP atau asosiasi guru khususnya di bidang TIK; Meningkatkan keterampilan dalam memilih model TIK, metodologi, dan pembelajaran yang tepat sesuai dengan tingkat pertumbuhan siswa. (Ati)