DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 07 Desember 2018 / 14:27 WIB

Komunitas Becak DIY Minta Danais Rp 55 M

YOGYA, KRJOGJA.com - Suasana dialog wartawan DPRD DIY, Jumat (7/12/2018) siang sedikit berbeda dari biasanya. Betapa tidak, sebuah prototipe becak hybrid bertenaga kayuh dan aki masuk ke ruang lobi kantor yang berada di Jalan Malioboro tersebut.

Dialog yang biasanya diisi diskusi antara DPRD, Pemda DIY dan wartawan pun sedikit bergeser karena ternyata beberapa orang dari komunitas becak di DIY ikut hadir. Ternyata Wakil Ketua DPRD DIY Dharma Setiawan yang meminta mereka hadir, termasuk Brotoseno penasihat becak kayuh dan motor di wilayah DIY.

Jadilah sebuah pemaparan yang lebih terdengar sebagai curahan hati muncul, dan wartawan kali ini bertindak sebagai pendengar, bukan lagi pihak yang bisa memberikan masukan bagi perkembangan dinamika becak kayuh dan listrik yang beberapa waktu terakhir terjadi di wilayah DIY.

Brotoseno, kali ini banyak menyampaikan pandangan termasuk keluh kesah para pengemudi becak yang rutin ditemuinya setiap hari Rabu. Di salah satu bagian, Brotoseno yang juga komandan SAR DIY melontarkan permintaan pada Pemda DIY untuk menggelontorkan Dana Keistimewaan (Danais) Rp 55 Miliar untuk membuat secara massal becak hybrid untuk 5.500 pengemudi becak di DIY.

“Pemda DI Yogyakarta terkesan memberlakukan diskriminasi pada pengemudi karena minimnya dukungan pengembangan becak yang menjadi salah satu tulang punggung pariwisata. Terus terang, sekarang pengemudi becak kayuh beralih ke becak motor karena tidak ingin kalah bersaing tapi malah selalu dikejar-kerja kepolisian sebab dianggap melanggar,” ungkapnya.

Becak hybrid yang dibawa ke DPRD DIY menurut dia adalah salah satu solusi yang ditawarkan komunitas becak di DIY dengan harga pembuatan Rp 15 juta. Ketika hendak diproduksi massal, becak tersebut diakui bisa ditekan lagi biayanya menjadi sekitar Rp 10 juta.

“Selama ini Danais hanya digunakan untuk misi kebudayaan dan keluar negeri saja, tapi mana hasilnya? Sekarang mbok saya minta Rp 55 miliar saja untuk membantu pengemudi becak agar bisa memperoleh pendapatan lebih baik lagi. Tolong sampaikan ini ke Pemda DIY,” ungkapnya.

Menanggapi permintaan Brotoseno tersebut, Wakil Ketua DPRD DIY Dharma Setiawan menegaskan akan membantu mengusulkan pengunaan Danais untuk pengemudi becak. Namun menurut dia yang lebih penting saat ini adalah memperjelas definisi kendaraan dengan pengerak untuk angkutan umum.

“Kita akan usulkan panitia khusus (pansus) pengawasan terhadap masalah becak, andong, dan kendaraan dengan pengerak. Dari pengawasan ini kita tetapkan definisnya dan menjadi dasar pembentukan Perdanya,” tandas Dharma. (Fxh)