Ekonomi Agregasi    Jumat, 07 Desember 2018 / 15:40 WIB

Kecewa, Rusdi Kirana Ancam Batalkan Pembelian Ratusan Boeing

JAKARTA, KRJOGJA.com – Tragedi jatuhnya pesawat Boeing 737-Max 8 Lion Air di perairan Karawang (29/10) memicu konflik bisnis antara Lion Mentari Airlines dan pabrikan Boeing Co. Bahkan, pesanan ratusan pesawat senilai USD22 miliar terancam batal.

Ancaman pembatalan mega transaksi tersebut disampaikan langsung pemilik maskapai Lion, Rusdi Kirana. Ancaman ini muncul karena dia kecewa dengan pabrikan pesawat terbesar dunia tersebut, yang merespons kecelakaan dimaksud secara tidak adil dan merugikan maskapainya.

Untuk diketahui, transaksi USD22 miliar untuk memesan 230 pesawat Boeing. Dari transaksi tersebut, Lion menjadi maskapai pertama di Asia yang mencicipi jenis 737 Max sekaligus menjadi pengguna pertama jenis 737 Max 9 secara global.

Lion juga tercatat sebagai pembeli ketiga terbesar untuk generasi baru 737 tersebut, setelah Southwest Airlines dan Fly Dubai.

Kesepakatan tersebut juga termasuk hak untuk memesan 150 pesawat tambahan. Sejauh ini Lion Air memiliki 188 pesanan yang tertunda untuk 737 Max, dua untuk 737-900ER dan 178 pesanan untuk model Airbus A320neo.

Lion dijadwalkan mendapat tujuh pesawat tahun depan, kemudian 24 pesawat pada 2020, dan 35 pesawat pada 2021 “Saya merasa dikhianati. Saya menyiapkan dokumen untuk mengajukan pembatalan. Semua masih dalam pertimbangan sekarang,” ujar co-founder Lion Mentari Airlines Rusdi Kirana dalam wawancara telepon dengan Bloomberg kemarin.

“Secara etis, tak seorang pun harus memberikan opini mereka pada laporan awal. Saya salah satu pembeli terbesar mereka. Sekarang kami dalam situasi sulit. Sebagai mitra, mereka seharusnya membantu, tidak memberi kesan negatif pada kami,” imbuh Rusdi yang juga Dubes RI untuk Malaysia. (*)