Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 07 Desember 2018 / 09:55 WIB

Awal 2019, SBMPTN Terapkan Ujian Tulis Komputer

JAKARTA, KRJOGJA.com -Pemerintah melalui  Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti)  menetapkan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK ) di jalur SBMPTN mulai awal tahun 2019 sehingga calon mahasiswa diharapkan mulai menyiapkan diri untuk mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2019. 

“Mulai tes ini mulai awal tahun” ungkap Sekretasis Jenderal Kemenristekdikti Prof Ainun Naim, usai membuka simposium nasional: Aktuaria di Era Industri 4.0 yang digelar di Hotel Atlet Century, Kamis (6/12).

Ainun menyampaikan, hingga saat ini pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi kepada masyarakat. Mengingat, pelaksanaan SBMPTN tahun 2019 metodenya berbeda.
“Sebenarnya kita juga masih terus mensosialisasikan (SBMPTN) yang model baru ini,” Ungkap Ainun.

Sementara itu, menurut Ainun, lembaga yang mengelola tes centre SBMPTN 2019 sudah mulai beroperasi. Lembaga itu berfungsi sebagai penanggungjawab tes SBMPTN 2019. "(Tes centre) sudah jalan, kantornya di Thamrin Jakarta,” jelas dia.

Sebelumnya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengubah pola seleksi pada jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada tahun 2019. Nantinya, tes pada jalur SBMPTN hanya akan digelar melalui ujian tulis berbasis komputer (UTBK) yang digelar di tes centre. Dan skor UTBK itu akan menjadi modal untuk mendaftar ke salah satu PTN atau prodi yang diinginkan.

Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Ravik Karsidi menerangkan, UTBK akan digelar sebanyak 24 kali pada periode Maret sampai Juni tahun 2019. Adapun untuk lokasi tes, direncanakan akan digelar di 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berada di seluruh Indonesia.

“Belum ada jadwal pasti, tapi kami berencana menggelar UTBK pada hari Sabtu dan Ahad, pagi dan sore, menyesuaikan jadwal libur sekolah siswa. Terlebih pada Maret sampai Juni itu mereka (calon mahasiswa) masih menyandang status sebagai siswa dan mungkin disibukkan dengan persiapan ujian akhir juga,” jelas Ravik pekan lalu.(ati)