Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 07 Desember 2018 / 09:25 WIB

FK Unissula Latih Masyarakat Produksi Jamu Saintifik

SEMARANG,KRJOGJA.com-Dewasa ini semakin banyak anggota masyarakat terkena penyakit tekanan darah tinggi dan asam urat, baik warga perkotaan maupun pedesaan.
 
Selain mengubah pola hidup menjadi lebih baik dan sehat, masyarakat perlu pengetahuan bagaimana cara mencegah, mengelola dan mengobati saat terkena 2 jenis penyakit ini.
 

Hal tersebut disampaikan dosen Fakultas Kedokteran Unissula Semarang Dr Atina Hussaana Msi Apt dan Azizah Hikma Safitri SSi MSi pada pengabdianmasyarakat  “Pemberdayaan PKK Desa Penggaron Lor Semarang Melalui Produksi dan Pemanfaatan Simplisia Tanaman Obat anti Hipertensi dan Asam Urat” di desa tersebut akhir pekan lalu. Pada kesempatan itu tim pengabdian memberi pelatihan membuat jamu penurun tekanan darah dan jamu penurun asam urat.

Ramuan jamu tersebut merupakan ramuan jamu saintifik yang telah disarankan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu.

“Pada kondisi tertentu, masyarakat bisa mengelola sendiri tekanan darah tinggi dan asam urat mereka. Komposisi ramuan penurun tekanan darah tinggi di antaranya terdiri herba seledri, herba pegagan, daun kumis kucing, rimpang temulawak, rimpang kunyit dan herba meniran. Ramuan ini untuk darah tinggi kondisi prahipertensi (sistolik 120-139 dan histolik 80-89 mmHg) serta tekanan darah tinggi derajat 1 (sistolik 140-159 dan diastolik 90-99 mmHg). Untuk tekanan darah tinggi kategori berat (sistolik ≥ 160 dan diastolik ≥ 100 mmHg) sebaiknya segera mendatangi layanan kesehatan terdekat. Adapaun ramuan penurun asam urat di antaranya herba tempuyung, kayu secang, daun kepel, rimpang temulawak, rimpang kunyit dan herba meniran dengan komposisi tertentu. Ramuan asam urat tersebut dapat digunakan untuk pengelolaan asam urat jika gejala yang timbul berupa nyeri ringan, untuk keluhan sangat nyeri diharapkan segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat” ujar Dr Atina Hussaana dan Azizah Hikma Safitri MSi kepada pers di kampus setempat, Rabu (5/12/2018). 

Masyarakat Penggaron Lor-pun, khususnya anggota PKK nya sangat antusias memeriksakan tekanan darah mereka dan asam urat serta mengikuti dengan seksama workshop produksi jamu penurun tekanan darah tinggi dan asam urat. Melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat mampu mengelola kesehatan dan meningkatakan kesejahteraan melalui produksi jamu tersebut, terlebih bahan bahannya gampang didapat di masyarakat. (sgi)