DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 07 Desember 2018 / 08:14 WIB

KEMENPERIN TINGKATKAN DAYA SAING IKM

Kucurkan DAK Revitalisasi Rp 178,3 miliar Bagi 79 Kab/Kota

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kementrian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mengembangkan dan membina Industri Kecil Menengah (IKM) tidak hanya melalui APBN maupun APBD, tetapi dapat memanfaatkan program Dana Alokasi Khusus (DAK). Kali ini, Pemerintah kembali mengucurkan DAK revilalisasi IKM untuk 2019 sebesar Rp 178,3 miliar bagi 79 kabupaten/kota se-Indonesia guna meningkatkan daya saing IKM baik di pasar domestik maupun pasar global.

Direktur Jendral (Dirjen) IKM Gati Wibawaningsih mengatakan pihaknya terus berupaya mengembangkan sektor industri pada setiap daerah. Hal ini dilakukan untuk mengangkat potensi setiap daerah di Indonesia sebagai sektor penunjang perekonomian nasional juga meningkatkan daya saing IKM memasuki pasar dalam negeri maupun pasar global dengan bentuk revitalisasi sentra IKM.

Sentra IKM merupakan sekumpulan unit usaha paling sedikit 20 IKM di Pulau Jawa dan Bali, 10 IKM di Pulau Sumatera dan Kalimantan serta 5 IKM untuk Pulau lainnya yang menghasilkan produk sejenis, menggunakan bahan baku sejenis, dan/atau melakukan proses produksi yang sama. Terdapat 12.186 sentra IKM dengan jumlah unit usaha di dalamnya sebanyak 270.197 IKM yang tersebar di Indonesia berdasarkan data 2017.

"Dari gambaran kondisi IKM di Indonesia saat ini masih ditemukan beberapa potensi di daerah yang belum dimanfaatkan, kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki serta kelemahan dalam aspek legalitas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu upaya meningkatkan sarana dan prasarana pada sentra yang telah ada melalui Revitalisasi Sentra IKM yang diharapkan akan meningkatkan daya saing IKM untuk memasuki pasar dalam negeri maupun pasar global," tutur Gati usai membuka Sosialisasi Petunjuk Teknis dan Pembahasan DAK Fisik Revitalisasi Sentra IKM 2019 di Indolux Hotel Yogyakarta, Kamis (06/12/2018).

Gati menjelaskan pembinaan IKM tersebut tidak hanya bisa menggunakan kucuran dari APBN maupun APBD, tetapi juga DAK bisa dimanfaatkan. Sebagaimana yang tertuang pada Perpres Nomor 5 Tahun 2018 tentang Juknis DAK Fisik, Pemerintah Daerah dapat mengusulkan kegiatan yang berfokus pada sentra yang sudah 'exist', namun masih memerlukan peningkatan sarana dan prasarana.

Upaya tersebut guna meningkatkan daya saing IKM melalui kegiatan-kegiatan dalam bentuk pematangan lahan sebagai bagian konstruksi sentra IKM, pendirian/revitalisasi ruang produksi dan pendirian/revitalisasi UPT. Kemudian rumah kemasan, kantor pengelola administrasi, unit pelayanan bahan baku dan penolong, IPAL, pengolahan air bersih, pusat promosi sentra, ruang sarana penunjang, infrastruktur fisik, pagar keliling serta pendirian papan nama dan papan potensi sentra IKM.

"DAK Fisik Revitalisasi Sentra IKM telah berjalan mulai Tahun Anggaran (TA) 2016 hingga tahun ini. Pada TA 2016, pagu alokasi anggaran adalah sebesar Rp 166,3 miliar untuk 149 Kab/Kota, TA 2017 sebesar Rp 161,5 miliar untuk 113  Kab/Kota, TA  2018 sebesar Rp 173,7 miliar untuk 73 Kab/Kota serta TA 2019 sebesar Rp 178,3 miliar bagi 79 Kab/Kota," paparnya. (Ira)