Peristiwa Editor : Ivan Aditya Kamis, 06 Desember 2018 / 19:42 WIB

Sri Mulyani Perediksi Pembayaran Bunga Utang Membengkak

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pembayaran bunga utang pemerintah sepanjang tahun ini akan mencapai Rp258,86 triliun. Artinya, pembayaran bunga utang bakal bengkak sekitar Rp20,26 triliun dari asumsi awal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang hanya Rp238,6 triliun.

Sementara berdasarkan data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per 30 November 2018, pembayaran bunga utang pemerintah sudah mencapai Rp251,1 triliun. Angka realisasi itu sudah melebihi asumsi awal.

Bahkan, pembayaran bunga utang itu meningkat 19,3 persen dari periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp210,5 triliun. Ani, begitu ia akrab disapa, mengatakan peningkatan pembayaran bunga utang pemerintah tak lepas dari pengaruh kondisi ekonomi global, normalisasi kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve.

Normalisasi The Fed, katanya, memicu kenaikan tingkat suku bunga acuan dari bank sentral lain, termasuk Bank Indonesia (BI) dan berimbas ke bunga Surat Berharga Negara (SBN). Selain itu, normalisasi The Fed juga membuat sejumlah mata uang negara di dunia melemah dari dolar AS, termasuk rupiah.

"Pembayaran bunga utang meningkat karena kenaikan kurs rupiah dan suku bunga utang yang meningkat, sehingga ada kenaikan yang cukup besar 19 persen," ujar Sri Mulyani.

Kendati pembayaran bunga utang meningkat, namun Ani bilang pembiayaan anggaran dari utang sejatinya justru menurun. Tercatat, sampai 30 November 2018, pembiayaan utang ke APBN baru sekitar Rp361,5 triliun atau 90,5 persen dari asumsi awal Rp399,2 triliun. (*)