Jateng Editor : Danar Widiyanto Kamis, 06 Desember 2018 / 17:50 WIB

Pemkab Sukoharjo Akhirnya Resmi Miliki UML

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Pemkab Sukoharjo akhirnya resmi memiliki Unit Metrologi Legal (UML) dibawah pengelolaan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah. Keberadaanya sangat penting salah satunya sebagai pihak yang punya kewenangan uji tera secara mandiri yang dimiliki daerah setelah ada pelimpahan tugas dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Kamis (6/12/2018) mengatakan, UML Pemkab Sukoharjo diresmikan secara langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita di Hotel El Royale Bandung. Pada kesempatan tersebut juga diresmikan UML dari sejumlah daerah lainnya di Jawa Tengah seperti milik Kabupaten Boyolali, Jepara, Rembang, Magelang, Grobogan, Sragen dan Cilacap. Satu daerah lagi dari Jawa Timur yakni Kediri ikut diresmikan bersama.

Peresmian UML milik daerah sengaja dilakukan pemerintah pusat karena sudah ada pelimpahan kewenangan uji tera. Sebelumnya uji tera menjadi tugas pusat maka sekarang diserahkan ke daerah. Dengan demikian maka daerah wajib memiliki UML sendiri untuk melaksanakan tugas. 

Pemkab Sukoharjo sendiri sangat lega setelah memiliki UML dan dapat dikelola secara penuh. Sebab UML tersebut sudah bisa menjalankan tugasnya melakukan uji tera sendiri tanpa harus menunggu petugas dari pusat.

"Kita sudah menunggu peresmian UML Sukoharjo sejak dua tahun dan akhirnya terwujud sekarang. Setelah ini UML akan difungsikan sesuai kewenangan dalam melaksanakan uji tera salah satu sasarannya seperti di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)," ujarnya.

Pembentukan UML sendiri sangat serius dilakukan Pemkab Sukoharjo setelah ada pelimpahan kewenangan uji tera dari pusat. Rintisan pembentukan sudah dimulai sejak 2016 dengan melakukan sejumlah persiapan. Terakhir beberapa waktu lalu pada 2018 UML Sukoharjo telah mendapatkan penilaian dan sertifikasi keterangan kemampuan pelayanan tera/tera ulang (SKKPTTU) dari Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Ukur Niaga. 

"Adanya UML Sukoharjo akan  dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,  terutama di bidang tera alat ukur, takar, timbang dan perlengkapanya ( UTTP)," lanjutnya.

UML Sukoharjo diharapkan juga mampu memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemkab Sukoharjo. Sebab ada banyak kegiatan uji tera yang akan dilaksanakan UML Sukoharjo dalam satu tahun.

"Di Sukoharjo terdapat 16 jembatan timbangan yang tersebar di berbagai industri, 24 Pompa ukur BBM dan 25.000 lebih timbangan. Semua harus dilakukan uji tera dan menjadi kewenangan UML Sukoharjo," lanjutnya.

Para pemilik timbangan maupun SPBU yang wajib melaksanakan uji tera setelah ini diminta kesadarannya untuk tertib. Mereka wajib mengikuti uji tera agar tidak terjadi praktik pelanggaran alat ukur. Dengan demikian maka hak masyarakat mendapatkan takaran tepat tidak hilang.

Untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat Pemkab Sukoharjo sudah menyediakan tempat kerja berupa kantor untuk UML di Jalan Nangka Nomor 9 Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo Kota. Pelayanan uji tera sepenuhnya dilakukan petugas ditempat tersebut.

Sutarmo menambahkan, uji tera sangat penting dilakukan secara berkala dan mandiri oleh daerah. Sebab sebelumnya pada Agustus lalu petugas pernah menemukan praktik pelanggaran takaran disalah satu SPBU.

Temuan didapat setelah dilakukan uji tera diketahui takaran milik SPBU tersebut tidak sesuai atau mengalami kekurangan dan menyebabkan kerugian pada pembeli. Takaran yang tidak tepat membuat SPBU tersebut mendapatkan sanksi tegas dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo. Bentuk hukumannya yakni dengan meminta pada pengelola atau pemilik SPBU untuk menutup sementara usahanya dan melakukan perbaikan alat takar. 

Sanksi tersebut dijalankan pihak SPBU dengan memperbaiki alat takar. Sebelum membuka kembali usahanya petugas terlebih dahulu melakukan pengecekan kembali atau uji tera di SPBU tersebut. Hasilnya sudah ada perbaikan dan alat takar telah sesuai. (Mam)