DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 06 Desember 2018 / 16:48 WIB

Kerajinan Akar Jati Nawungan Semakin Berkembang

BANTUL, KRJOGJA.com - Inovasi menjadi sebuah tuntutan yang harus dilakukan pelaku usaha kerajinan agar produknya diterima pasar. Ketatnya persaingan industri kerajinan dipasar global hanya bisa dilawan dengan meningkatkan kualitas serta produk baru. Langkah itu dinilai paling masuk akal agar tidak tersisih dari persaingan. Kebijakan tersebut juga diterapkan pengelolan kerajian akar jati di Dusun Nawungan Desa Selopamioro Imogiri Bantul. Sejak dirintis tahun 2006 lalu, usaha milik Timbul Heru Prasetyo tersebut terus berkembang.

“Terkait dengan pasar tidak begitu saya pikir, produk kerajinan akar jati ini saya diletakkan disini pesanan sudah datang,” ujar ditemui Kamis (6/12).

Lelaki 48 tahun  tersebut mengungkapkan, produk kerajinan berbahan akar atau 'tunggak' kayu jati sangat beragam. Tetapi paling banyak sejuah ini kuda dengan ukuran  paling tinggi 2, 30 meter. “Paling pesanan kerajinan berbahan baku akar kayu jati ini berupa kuda, meski aneka hewan bisa saya buat dengan bahan tunggak jati,” jelasnya. Timbul mengungkapkan, untuk memenuhi bahan tunggak jati, sekarang ini harus mencari disejumlah daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dipilihnya akar kayu jati karena punya kualitas paling baik. “Semua produk berbahan akar kayu jati. Tidak boleh material selain jati masuk dalam  kerajinan saya,” jelasnya.

Lelaki sederhana itu mengungkapkan, untuk membuat patung kuda setinggi 2 meter 20 cm membutuhkan waktu  hingga tiga hari. Menurutnya perkembangan kerajinan sangat cepat, jika tidak terus melakukan inovasi dan punya kekhasan akan berat menghadapi pasar. “Semua binatang bisa saya buat dengan bahan akar jati, dekorasi, bahkan joglopun bisa dibuat dengan tunggak jati,” ujarnya. Meski kerajinan dalam susunan potongan akar jati, namun kekokohan produknya tidak perlu diragukan. (Roy)