DIY Editor : Danar Widiyanto Kamis, 06 Desember 2018 / 15:41 WIB

Peluang di Era 4.0, Makers Lokal Didorong Buat Solusi IoT

SLEMAN, KRJOGJA.com - Indonesia IoT Forum menggelar seminar Workshop IoT Goes To Market di Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM Kamis (6/12/2018). IoT ingin mendorong para pengembang perangkat keras dan aplikasi untuk lebih banyak membuat produk dan solusi internet of things (IoT) untuk menjawab kebutuhan industri di tanah air. 

IoT sebagai connectivity layer dalam Industri 4.0 yang ditargetkan oleh pemerintah memiliki posisi strategis yang diharapkan bisa mendorong industri lokal tumbuh sebelum Indonesia dibajiri oleh solusi dari negara lain.

Joegianto, Head of Business Development PT Hartono Istana Teknologi Indonesia mewakili Indonesia IoT Forum mengatakan kesiapan sumber daya manusia terutama makers perlu dikembangkan lebih masif dimulai dari jenjang pendidikan SMK maupun universitas. 

”Hal ini perlu untuk menyiapkan nilai tambah bagi pengembangan IoT di Indonesia agar kebutuhan SDM dapat diserap dari dalam negeri. Indonesia IoT Forum melihat pentingnya kerjasama dan kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan untuk memastikan keterampilan yang dipelajari oleh generasi muda di sekolah, sesuai dengan kebutuhan industri,” ungkapnya.  

Sementara Boy Wicaksono, Head of IoT Innovation & Enablement XL Axiata menambahkan sebagai salah satu pemain di industri TIK pihaknya sudah mempersiapkan program khusus bagi para makers bekerjasama dengan dunia pendidikan melaui X-Camp (XL Axiata IoT Innovation Center). ”Kami optimistis program ini bisa menjadi jembatan untuk menumbuhkan makers-makers handal di masa depan dan mampu mengembangkan berbagai solusi sesuai dengan kebutuhan pasar,” tandasnya.  

Senada, Dede Atmadja CEO PT SGP Elektronik Indonesia mengaku siap mendukung makers IoT dengan perangkat keras modul di Indonesia sehingga tidak perlu melakukan produksi di luar negeri. ”Kami menghimbau para EMS di Indonesia juga turut mendukung produksi modul IoT bagi para makers pemula sehingga mereka dapat berkembang,” ungkapnya lagi.  

Kampanye IoT Goes to Market 2018 sendiri diselenggarakan di 5 kota, yaitu Bandung, Bali, Jakarta, Medan dan Yogyakarta dengan dukungan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), serta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). (Fxh)