Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 06 Desember 2018 / 14:51 WIB

Alot Bernegosiasi, Tuntutan SP Bun Nusantara IX Dipenuhi

SOLO, KRJOGJA.com - Setelah berunjuk rasa empat jam termasuk berdialog alot dengan direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, akhirnya hampir 60 persen tuntutan ratusan pengunjuk rasa yang menamakan dirinya Serikat Pekerja (SP) Perkebunan (Bun) Nusantara IX dipenuhi. Direksi diwakili Direktur Operasional Satrio, di kantor PTPN IX,di Jalan Ronggowarsito, Solo, Kamis (6/12/2018).

Sebelumnya di halaman kantor PTPN IX berlangsung unjuk rasa dengan cara unjuk poster bertuliskan menyolok 'Hak Karyawan Harus Dilunasi', 'Pakaian Dinas/Seragam Agar Dibayar', 'Uang Rapelan Agar Dibayar', 'Uang Cuti Agar Dibayar', 'Pembayaran Gaji Agar Tepat Waktu', 'Uang Penghargaan Masa Kerja Agar Dibayar' dan 'Stop Impor Gula'.

Ketua Umum Serikat Pekerja Perkebunan (SP Bun) Nusantara IX Sentot Suparno, kepada KRjogja.com, Kamis (6/12/2018) membenarkan tulisan di poster  merupakan tuntutan sekitar 1.700 an karyawan PTPN IX yang diwakili sekitar 250 orang, kini tengah berunjuk rasa. Para karyawan PTPN IX kerjanya tersebar diantaranya di unit Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar, PG Gondang Baru Klaten, PG Mojo, Sragen, PG Banjarratma, Brebes, PG Sragi, Pekalongan, PG Sumberharjo, Rendeng, Kudus serta PG Jati Barang Tegal .

Menurut Sentot, hak karyawan yang belum bisa dibayarkan oleh BUMN perkebunan itu mencapai Rp 9,1 miliar. Alasan perusahaan PTPN IX tengah mengalami kesulitan keuangan. "Beberapa kali kami mendesak baik secara lesan maupun tertulis kepada direksi namun hanya diberi janji kalau aset milik PTPN IX terjual baru bisa untuk memenuhi kewajiban membayar hak-hak karyawan,"ujar Sentot seraya menambahkan setelah upaya dialog buntu akhirnya para anggota SP Bun Nusantara IX berniat ramai-ramai datang ke kantor Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PTPN IX di Solo untuk berunjuk rasa. (Hwa)