DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 06 Desember 2018 / 11:15 WIB

Hadiri Resepsi 1 Abad Muallimin-Muallimaat, Jokowi Ingatkan Ukhuwah Islamiyah-Wathaniyah

YOGYA, KRJOGJA.com - Presiden Joko Widodo menghadiri Resepsi Milad 1 Abad Muallimin-Muallimaat Muhammadiyah Yogyakarta Kamis (6/12/2018). Bersama beberapa menteri seperti Mendikbud Muhadjir Effendi, Menteri BUMN Rini Soemarmo serta Mensesneg Pratikno, Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Jokowi tampak santai mengenakan baju koko putih duduk lesehan dihadapan sekitar 3000-an santri dan alumni dari Muallimin-Muallimaat.

Di hadapan para santri, Jokowi menyampaikan rasa bahagia bisa hadir secara langsung di hadapan para santri yang dinilai mencerminkan optimisme bangsa Indonesia. Menurut Jokowi, madrasah Muallimin-Muallimaat memiliki peran besar untuk bangsa Indonesia yang mana alumninnya banyak menjadi tokoh-tokoh bangsa.

“Sejak awal gedung sekolahnya begitu megah, terus berkembang termasuk pembangunan yang akan dimulai tahun ini. Kebangaan bagi saya bisa turut memperingati satu abad Muallimin Muallimaat dan kita tahu bahwa sudah banyak lahir tokoh besar dari sini,” ungkap Jokowi.

Jokowi menceritakan alasan pembangunan infrastruktur yang dikebut pemerintah beberapa tahun terakhir. Menurut presiden, infrastruktur merupakan hal yang paling penting untuk membangun daya saing Indonesia dari sisi ekonomi. 

“Kenapa infrastruktur dibangun baik itu jalan tol, airport, jalur kereta api, pelabuhan dan lain sebagainya dibangun, karena untuk mobilitas barang dan orang agar cepat. Dari sisi ekonomi kita perlu tingkatkan untuk bersaing dengan negara lain,” tandas Jokowi.

Selain itu, 17 ribu pulau yang harus terkoneksi satu sama lain hingga kabupaten kota agar persatuan sebagai sebuah negara besar bisa diintegrasikan menjadi sebab lain yang penting direalisasikan.

“Bukan hanya ekonomi namun juga persatuan bangsa Indonesia sebagai bangsa besar. Di Papua jalan begitu buruk beberapa tahun lalu, karena itu perlu dibangun agar tidak lama ditempuh yang dulu sampai 2 hari,” tegasnya.

Indonesia menurut Jokowi memiliki potensi besar dari perbedaan banyak hal mulai suku bangsa hingga bahasa daerah yang mencapai 1100. “Kita berbeda-beda dalam banyak hal karena punya 714 suku berbeda bahasa daerah yakni 1100 lebih artinya kita diberi anugrah berbeda. Karena itu selalu saya sampaikan bahwa aset terbesar bangsa ini persatuan dan kerukunan, inilah mengapa saya ajak menjaga ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah wathaniah kita sebagai sebangsa dan setanah air,” tegasnya.

Jokowi berharap, masa pilpres yang saat ini mulai dirasakan tidak disikapi masyarakat dengan berlebihan hingga memutus persatuan antar anak bangsa. “Jangan sampai karena pilpres kita menjadi tidak seperti saudara lagi. Beda pilihan tidak apa-apa tapi jangan sampai seperti yang saya lihat satu kampung tak saling sapa karena berbeda pilihan, majelis taklim tak bersapa karena beebeda pilihan. Berbeda itu tidak apa-apa, tak perlu takut berbeda yang penting menjaga ukhuwah islamiyah dan wathaniah kita,” pungkasnya. (Fxh)