Jateng Editor : Danar Widiyanto Rabu, 05 Desember 2018 / 20:20 WIB

Mantan Bupati Sragen Tersangka Korupsi Kasda

SRAGEN, KRJOGJA.com - Mantan Bupati Sragen, Agus Fatchurrahman ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat dalam kasus tekornya kas daerah Pemkab Sragen, Rabu (5/12/2018). Agus yang maju menjadi Caleg DPR RI dari Partai Golkar daerah pemilihan (Dapil) Jateng IV (Sragen, Karanganyar, Wonogiri) dinilai menikmati aliran dana kasda senilai Rp 604,6 juta. 

Kajari Sragen, Muh Sumartono dikonfirmasi membenarkan penetapan tersangka untuk Bupati Sragen periode 2011-2016 tersebut. Penetapan tersangka yang juga Ketua DPD II Partai Golkat Sragen ini dilakukan setelah penyidik Kejari Sragen melakukan gelar perkara dan terpenuhi unsur tindak pidana korupsi. Sebelumnya, penyidik telah memeriksa secara marathon sejumlah saksi. "Ya benar, per hari ini (Rabu) saya telah menandatangani surat penetapan tersangka AF atas kasus kasda," ujarnya.

Kasus ini pernah menjerat sejumlah mantan pejabat Pemkab Sragen, di antaranya mantan Bupati Sragen Untung Wiyono, mantan Sekda Sragen Koesharjono, dan dua mantan Kepala DPPKAD Sragen, Sri Wahyuni dan Adi Dwijantoro. Para pejabat tersebut sudah divonis dan telah menjalani hukuman dalam kasus kasda senilai total Rp 11,2 miliar yang dititipkan di BPR Djoko Tingkir tersebut.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sragen, Adi Nugraha menambahkan, kasus ini muncul setelah ada laporan dari masyarakat tentang masih adanya kasda yang belum kembali. Angka tekornya kasda juga selalu muncul dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK, meski sejumlah pejabat sudah divonis hukuman dan mengembalikan uang kasda. "Jadi kerugian kasda senilai Rp 604,6 juta itu merupakan selisih antara kerugian negara akibat kasus korupsi kasda yang totalnya mencapai Rp 11,2 miliar. Dari total kerugian tersebut, berdasarkan putusan hukum tetap terhadap para terpidana, telah dikembalikan senilai Rp 10,6 miliar," jelasnya.

Menurut Adi, penyidikan kasus kasda ini merupakan gelombang ketiga. Gelombang pertama menjerat Untung Wiyono, Kusharjono dan Sri Wahyuni. Sedangkan gelombang kedua menjarat Adi Dwijantoro serta pejabat BPR Djoko Tingkir. "Jadi bisa dikatakan ini penyidikan kasus kasda gelombang ketiga, dan AF ditetapkan sebagai tersangka karena menikmati aliran dana," tandasnya.

Adi menambahkan, dalam kasus ini tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi (Tipikor). Ancaman hukuman dari pasal tersebut, antara 3 tahun sampai 20 tahun. "Nanti saksi-saksi kami panggil ulang untuk kepentingan pemberkasan perkara," tuturnya.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Sragen telah meminta keterangan sejumlah mantan anggota DPRD Sragen dalam kasus ini. Termasuk mantan Bupati Untung Wiyono, mantan Sekda Kusharjono juga telah dipanggil dan dimintai keterangan. Setelah penetapan tersangka, para saksi tersebut kembali akan dipanggil untuk kepentingan pemberkasan. 

Agus Fatchurrahman saat dikonfirmasi sejauh ini belum bisa. Berkali-kali handphone dihubungi namun tidak aktif. Ketua harian DPD II Partai Golkar Sragen, Bambang Widjo Purwanto saat dikonfirmasi mengaku belum tahu penetapan tersangka Agus Fatchurrahman teraebut. Baginya, penyidikan kasus  ini terkesan ada 'pesa an' atau tekanan politik. "Kenapa baru sekarang diusut, tidak dari dulu. Sekarang saat Mas Agus (Agus Fatchurrahman) mau maju Pileg baru diusut. Kami melihat ada nuansa pesanan  dan tekanan politik," ujarnya.(Sam)