Ragam Editor : Agus Sigit Rabu, 05 Desember 2018 / 21:10 WIB

Sereeem...Punya Teman Main dari Dunia Lain

KETIKA bermain di rumah tetangga sebelah, keluarga Tomo (bukan nama sebenarnya) sering membiarkan Tanya (nama samaran) putrinya yang berusia sekitar tiga setengah tahun bermain sampai petang hari. Hampir setiap petang Tanya bermain di tempat itu, dan sang ibu menjaganya sambil duduk-duduk santai di sebuah bangku. Rumah tetangga itu berhalaman luas dan berpagar rapi. Tini kadang bermain dengan anak sang tetangga, tapi tak jarang bermain sendirian. Ada saja yang dikerjakan dan tampaknya  Tanya menikmati dengan senang sehingga sang ibu membiarkannya.

Petang itu udara tak begitu akrab dengan kesehatan tubuh anak-anak. Tapi Tanya tampak masih senang bermain. Kadang berlari dan tertawa-tawa. Sang ibu senang dan membiarkan Tanya menikmati suasana itu. Si pemilik rumah yang juga punya anak kecil, memperingatkan pada Bu Tomo untuk segera pulang membawa anaknya. “Hari tampaknya akan hujan, Bu.”

“Anak saya tidak bisa tidur jika belum puas bermain-main di halaman ini seperti itu,” jawab Bu Tomo setiap kali tetangga dan saudara-saudaranya memeberi nasihat perihal putrinya yang sering bermain di halaman tetangga sampai malam hari.

Pada suatu malam Tanya seperti biasa bermain-main di halaman tetangga. Namun tiba-tiba ia berteriak ceria dan mengejar sesuatu. Sementara itu Tomo tidak melihat obyek apa yang dikejar putrinya.

Bu Tomo mencoba mendekati putrinya namun Tanya tidak menggubrisnya. Ia justru semakin ceria mengejar sesuatu yang tidak dilihat Tomo.

Sampai di rumah, Tanya bercerita kepada sang ibu bahwa dia mempunyai teman baru yang mengajaknya bermain petak umpet. Teman barunya itu, katanya, muncul begitu saja dari balik pohon. Tanya mengaku sangat menyukai teman barunya karena menurutnya baik sekalipun gaunnya compang-camping di sana-sini dan kotor. Katanya pula teman barunya itu bernama Rina (nama samaran).

Begitu mendengar itu, Bu Tomo terkejut karena Rina adalah putri dari salah satu tetangganya yang telah meninggal beberapa tahun yang lampau dalam usia 4 tahun.

Sejak itu, Bu Tomo selalu berusaha mencegah putrinya untuk bermain di halaman tetangga di malam hari. Ia takut Rina yang berada di dunia lain mengajak anaknya untuk masuk ke dunia lain. (Albes Sartono/Jbo/ Harianmerapi.com)