DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 05 Desember 2018 / 15:57 WIB

TEKAN PENYEBARAN HIV/AIDS

30 Puskesmas Optimalkan Layanan VCT

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Dinas Kesehatan Gunungkidul mengoptimalkan 30 puskesmas untuk mencegah penyebaran HIV/Aids. Petugas membuka layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) untuk mendeteksi penyakit HIV/Aids. Jika ditemukan kasus, langsung dilakukan penanganan melalui RSUD Wonosari maupun Puskesmas Ponjong 1.

“Penyakit HIV/Aids apabila ditangani dengan maksimal, maka masih bisa beraktifitas seperti yang lain. Seperti seseorang yang menderita darah tinggi harus tetap minum obat setiap hari,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Priyanta Madya MKes disela-sela Peringatan Hari Aids se Dunia di Balai Desa Karangrejek, Wonosari, Rabu (05/12/2018).

Kegiatan dihadiri Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos, Wakil Bupati Dr H Immawan Wahyudi MH, Kepala Dinas Kesehatan dr Dewi Irawayt, Kepala Puskesmas, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam kesempatan tersebut Immawan Wahyudi bersama undangan melakukan VCT.

Diungkapkan, untuk mencegah penyebaran HIV/Aids diperlukan kesadaran masyarakat untuk mengakses layanan VCT. Termasuk mencegah terjadinya seks bebas dan  penggunaan transfusi darah bagi penderita. “Petugas medis perlu alat pelindung ketika mengobati penderita HIV/Aids,” imbuhnya.

Immawan Wahyudi usai pemeriksaan VCT menuturkan, pelaksanaan gerakan pemeriksaan VCT ini cukup bagus. Melalui program ini menjadi ajakan bagi masyarakat untuk bisa mengakses VCT pada 30 puskesmas di Gunungkidul. Sehingga bisa untuk melakukan deteksi dini pencegahan HIV/Aids.

Penyakit tersebut ketika benar-benar diobati dengan baik, maka masih bisa untuk eksis dalam berbagai hal. Artinya penderita HIV/Aids ini membutuhkan dukungan untuk tetap bisa eksis ditengah masyarakat. “ Layanan yang sudah ada dipuskesmas perlu dipergunakan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya. (Ded)