Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 05 Desember 2018 / 10:52 WIB

Bantuan PIP SDN 2 Magelung Dipertanyakan

KENDAL, KRJOGJA.com - Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 2 Magelung tidak berjalan dengan semestinya. Bantuan sebesar Rp 450ribu per siswa tersebut dipotong dengan dalih uang administrasi sebesar Rp 50 ribu sehingga setiap siswa hanya menerima Rp 400 ribu saja.

Kepala SDN 2 Magelung Sukini membenarkan jika siswa menerima Rp 400 ribu karena untuk biaya pengambilan bantuan secara kolektif. Selain itu pihaknya juga mengelola dana bantuan tersebut agar bisa tepat sasaran. "Kami bukan memotong hanya untuk biaya administrasi dan sudah atas persetujuan orang tua siswa,"ujar Sukini, Selasa (05/12/2018).

Diakuinya orang tua yang membutuhkan dana PIP harus datang ke sekolah dan harus merinci akan dibelikan apa. Kemudian setelah membeli harus menyerahkan kwitansi pembelian agar terpantau. "Kami selaku minta orang tua untuk membawa kwitansi pembelian jadi kami pihak sekolah mengetahui dana dipakai sesuai dengan peruntukannya," lanjutnya.

Meski dengan maksud baik ternyata orang tua tidak semua sepakat. Beberapa orang tua siswa menyoalkan masalah potongan dan pengelolaan dana PIP di Sekolah.

Naning salah satu guru di SDN 2 Magelung mengaku mendapatkan keluhan dari siswa. Untuk potongan Rp 50 ribu tidak begitu dipermasalahlan, namun pengelolaan dana oleh pihak sekolah yang menjadi masalah.

"Sampai saat ini ada 11 orang tua siswa yang ingin mengambil semua dana bantuan tersebut namun tidak diperbolehkan oleh Kepala Sekolah. Total yang menerima bantuan 40 siswa, " ujar Naning.

Naning lebih lanjut mengatakan kepada beberapa media jika ada beberapa kesemrawutan dalam laporan keuangan sekolah. Bahkan dirinya mengaku beberapa guru dan Kepala Sekolah meminjam dana PIP untuk keperluan pribadi. "Kepala Sekolah meminjam uang PIP dan juga beberapa guru. Saya tidak mau bilang, namun memang kenyataan denikian," lanjur Naning. (Ung)