Jateng Editor : Agus Sigit Senin, 03 Desember 2018 / 14:45 WIB

Sadis! Mayat Di Tengah Ladang Itu Ternyata Korban Perkosaan Rekan Kerja, Ini Dia Pelakunya..

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Hanya berselang tujuh jam, penemuan jasad perempuan di perladangan Kampung Banjarsari, Kelurahan Kemiri, Mojonsongo, Minggu (2/12), terungkap. Korban, yakni Eka Rahma Apriliyanti Ifada (24), warga Magelang yang bekerja sebagai kasir di toko bangunan, diperkosa dan dibunuh rekan kerjanya, Fajar Sigit Santoso (19), karena masalah hutang sebesar Rp350 ribu.

Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhie, Senin (3/12) menjelaskan, pengungkapan pelaku diketahui setelah kendaraan pelaku yang terungkap lewat CCTV kos korban. Pada Sabtu (1/12) pukul tujuh malam, korban dijemput tersangka di kosannya di Kampung Surowedanan, Boyolali kota. Keduanya lalu nongkrong di Alun-alun Kidul Boyolali. Saat berbincang, tersangka yang sedang terpengaruh minuman keras tersebut tersinggung saat korban mengungkit hutang tersangka ke toko bangunan tempat mereka bekerja sebesar Rp350 ribu.

Jelang tengah malam, sambung Kapolres, tersangka mengajak korban pulang karena tahu jam dua belas malam, biasanya ada razia polisi di alun-alun. Beralasan menghindari razia, tersangka membawa motornya melewati jalan alternatif. Saat melintas jalan setapak di area ladang Kampung Banjarsari, tersangka pura-pura menjatuhkan motornya. Sama-sama terjatuh, tersangka lalu membekap dan mencekik korban. Tak puas hanya menganiaya, tersangka juga melorotkan celana korban dan memperkosanya di tengah jalan setapak tersebut. 

Setelah korban sudah tak bernyawa, jasadnya diseret sekitar tiga meter dan diletakkan di ladang warga, dengan kondisi helm masih terpakai si kepala. Tersangka lalu pulang ke rumahnya di Kampung Waru, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo. Sementara jasad korban ditemukan warga pada Minggu sekitar pukul enam pagi.

"Saat jasad ditemukan tak ditemukan identitas korban, sebab harta bendanya dibawa tersangka. Identitas korban berhasil diungkap dengan pengecekan sidik jari,"

Fakta lain, ternyata tersangka juga mengikuti proses penyidikan yang dilakukan kepolisian. Tersangka menonton saat penyidik melakukan olah TKP, pemeriksaan di kos korban, hingga proses pengurusan jenazah si RSUD Pandan Arang. Tersangka tak menyadari, bahwa polisi sudah mengetahui identitas pelaku. Saat mengikuti proses penyelidikan itulah, tersangka ditangkap polisi di dekat kamar mayat tempat jasad korban disimpan. Tersangka ditangkap selang tujuh jam saja usai jasad ditemukan.

"Dalam teori kriminologi ada teori, bahwa pelaku kejahatan ada dorongan untuk melihat hasil kejahatannya. Sangat ironis mengingat usia tersangka masih remaja, tapi bisa melakukan kejahatan seperti itu," terang Kapolres.

Tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP dan atau 338 KUHP dan atau 365 ayat 3 KUHP juncto 285 KUHP dengan ancaman hukuman mati. "Tersangka akan dijerat dengan pasal pembunuhan berencana. Sebab tersangka memang sudah ada niat membunuh," pungkasnya. (Gal)