DIY Editor : Danar Widiyanto Minggu, 02 Desember 2018 / 14:55 WIB

Japangmas Hadir untuk Sejahterakan Petani

BANTUL, KRJOGJA.com - Diluncurkannya program Jaminan Pangan Masyarakat (Japangmas) di Dusun Samben Argomulyo Kecamatan Sedayu Bantul dirancang untuk mendongkrak kesejahteraan bagi petani dan masyarakat. Dirintis sejak enam bulan lalu, dibawah pengelolaan Kelompok Tani Boga Lestari Dusun Samben dengan dukungan CSR Pertamina, Japangmas ternyata punya peran strategis menaikkan harga jual gabah.  Kondisi itu secara tidak langsung sudah memberikan keuntungan bagi petani di kawasan itu. Merujuk kelompok, per 2 Desember 2018, Japangmas sudah menyerap 7 ton gabah petani serta menjual beras sekitar tiga ton lebih.             

"Japangmas ini ide awalnya untuk memutus rantai penjualan gabah dari petani ke tengkulak, dengan Japangmas ini petani bisa mendapatkan untung lebih ," ujar Ketua Japangmas sekaligus Ketua Kelompok Tani Boga Lestari, Jakiman disela kunjungan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kemeneterian Lingkungan Hidup (KLH)  M.R. Karliansyah di Samben Sedayu Bantul, Minggu (2/12/2018). Dalam acara itu juga dihadiri  Area Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV Andar Titi Lestari.

Jakiman mengatakan, Japangmas dengan suport penuh dari Pertamina tersebut punya komitmen untuk membeli gabah petani dengan harga mahal. Kemudian sesuai dengan komitmen awal, beras hasil penggilingan dijual dengan harga murah atau dibawah harga pasar kepada warga.  "Japangmas berusaha membeli gabah petani diatas rata -rata harga pasaran. Sebaliknya ketika menjual beras ke warga atau anggota kelompok kami lebih murah, harapan kami Japangmas ini memberikan kesejahteraan bagi petani dan warga," ujarnya.

Dijelaskan, setelah beroparasi enam bulan, Japangmas mendata setidaknya 7 ton gabah panenan petani diserap. Kemudian 3 ton lebih beras kualitas terbaik hasil penggilingan terjual kepada warga setempat. Waktu membeli gabahg dari petani setiap kilonya Rp 4.700, padahal tengkulak  hanya berani Rp 4.600,.  Sementara untuk harga jual beras Rp  10.000,./kg padahal dipasar berada di posisi Rp 11.000, /kg.  Sejauh ini pemasaran beras pada lingkungan  Samben dan anggota kelompok tani.  "Beras hasil gilingan dari gabah petani ini kebanyakan 'ditempur' warga setempat," ujarnya.

Sementara  Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kemeneterian Lingkungan Hidup (KLH)  M.R. Karliansyah mengatakan,  BUMN punya kawajiban melakukan pembinaan bagi warga sekitar.  “Saya mengikuti sudah banyak program  unggulan yang dilakukan oleh temen-teman dari Pertamina Rewulu, mulai  bidang pertanian termasuk mengatasi serangan tikus hingga  perbaikan  irigasi diperbaiki,” jelasnya.

Dalam  perkembangannya,  apa sebab petani belum sejahtera. Salah satunya terlalu panjangnnya rantai penjualan.   Sehingga ketika, panen padi dengan terpaksa diserahkan ke tengkulak. “Sekarang harus dihapuskan dan dibeli Japangmas dengan harga  lebih mahal,” ujarnya.(Roy)