Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 30 November 2018 / 12:36 WIB

Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor di Boyolali Capai Rp 21 M

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor di Boyolali tahun ini masih cukup tinggi. Per Oktober kemarin, jumlah tunggakan PKB mencapai Rp21,2 miliar atau jika dirata-rata per hari, jumlah tunggakan sebanyak 300 kendaraan dengan nilai pajak sekitar Rp90 juta.

Kepala Unit Pelayananan Pendapatan Daerah (UPPD)/ Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Boyolali, Wibowo, di sela peresmian Samsat Desa Boyolali, Jumat (30/11) menjelaskan, terhitung per Oktober kemarin, jumlah kendaraan yang menunggak PKB sebanyak 117.611 objek pajak, dengan nilai sebesar Rp21.285.307.960.

Sementara realisasi PKB hingga November ini sebesar Rp 169.019.141.207, masih dibawah target penerimaan PKB oleh Badan Pengelola Pendapatan Daerah (DPPD) Provinsi Jateng menargetkan perolehan PKB tahun 2018 sebesar Rp 171.510.700.000. "Masih 98,2 persen dari target realisasi," katanya.

Untuk mendekatkan pada objek pajak agar kepatuhan masyarakat meningkat, pihaknya pun terus berinovasi, diantaranya dengan meluncurkan program Samsat Desa Boyolali dengan menggandeng Polres Boyolali.

Sementara Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhie, yang menjadi inisiator program menjelaskan, keberadaan samsat di desa akan memudahkan penunaian pajak kendaraan. Dengan jumlah wilayah yang luas, lokasi samsat yang hanya ada di kota tentu cukup merepotkan wajib pajak untuk mengurus pajak kendaraannya, terutama yang berada di wilayah pelosok. Sebab wilayah Boyolali yang terbagi dalam 19 kecamatan secara geografis cukup luas.

Untuk mendukung program tersebut, pihaknya pun akan memaksimalkan personel di tingkat Polsek untuk mensosialisasikan program, bila perlu sari pintu ke pintu, untuk menibgkatkan kepatuhan pembayaran pajak serta mengakomodir pembayaran PKB di samsat. "Sumber daya manusianya akan kita siapkan dan kita latih agar program ini bisa maksimal, sehingga kepatuhan membayar pajak kendaraan meningkat," katanya. (Gal)