Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Jumat, 30 November 2018 / 00:31 WIB

Jadi Target Polisi, Pengoplos Minyak Goreng Ini Akhirnya Diringkus

CILACAP, KRJOGJA.com - Sud (37) warga  Dusun Siduren RW 01 RW 04 Desa Karangpakis, Kecamatan Nusawungu,, Cilacap, diringkus Tim Reskrim Polres Cilacap karena kedapatan mengoplos  minyak goreng curah menjadi kemasan botol dan plastik.  

Barang bukti 2 (dua) buah torn 'plasticlfuber' kapasitas 5000 liter, 4 (empat) buah 'torn stanlees' kapasitas 1000 liter;  1 (satu) buah 'torn stanlis' kapasitas 2000 liter; 1 (satu) buah 'water heater' gas, 7 (tujuh) buah pompa, 4 (empat) buah tabung berikut filternya, pipa PVC  diameter 3/4 inch, 2 Inch, 2,5 inch dan 3 inch; 1 (satu) buah pompa berikut selang spiral diameter 2.5 inch, 1 (satu) unit mesin pengepakan atau pengemasan, 1 (satu) mesin press, 4 (empat) buah timbangan digital 10.000 gram, 2 (dua) heat gun, 5 (Iima) dus berisikan label minyak goreng, 10 (sepuluh) dus berisikan kemasan minyak goreng dengan berbagai ukuran, 6 (enam) dus berisikan botol dengan berbagai ukuran  dan 28 minyak goreng kemasan 1 liter. 

"Tersangka sudah beroperasi delapan bulan," ujar Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto, Kamis (29 /11/2018). Untuk mengemas minyak goreng curah itu tersangka mendapatkan dari sisa produksi pabrik minyak kelapa sawit. 

"Yang jelas saat diringkus tersangka tak memiliki izin apapun, baik dari pemilik merk minyak goreng yang dioplos itu maupun izin dari pemerintah," lanjutnya. 

Dijelaskan, awalnya pada pertengahan November lalu, pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat jika di rumah tersangka terdapat mesin pengoplos dan kamasan minyak goreng. Sehingga dilakukan penyelidikan dan benar di rumah tersangka terdapat alat-alat yang digunakan untuk melakukan pegemasan minyak goreng sawit. Setelah ditanyakan kepada tersangka terkait izin kegiatan tersebut tersanGka tidak bisa menunjukan, sehingga petugas mengamankan alat pengemas serta beberapa kemasan berikut tersangka dan membawanya ke kantor Polres Cilacap guna dilakukan proses lebih lanjutnya.

"Jadi modus operandi yang dilakukan tersangka yaitu dengan cara melakukan pengemasan minyak dengan merk yang sudah ada di pasaran, menggunakan alat produksi tanpa dilengkapi izin edar yang tidak sesuai dengan yang ada pada kemasan minyak goreng dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan” kata Kapolres.

Menurutnya, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya tersangka dijerat dengan  Pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-Undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen denagn ancaman pidana 5 tahun penjara.(Otu)