Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 29 November 2018 / 00:17 WIB

Pencairan Tunjangan Insentif GTT/PTT di Klaten Tuai Keluhan

KLATEN, KRJOGJA.com - Pencairan tunjangan insentif bagi guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) di Kabupaten Klaten senilai Rp3,6 juta per orang dari APBD Perubahan 2018 menuai keluhan. Pasalnya, banyak GTT/PTT tercoret dari daftar penerimaan insentif.

Salah satu PTT SMPN 3 Gantiwarno, Budi Santoso, mengaku kecewa karena tak mendapatkan insentif tahun ini. Padahal ia telah mengumpulkan berkas sebagai persyaratannya. 

"Sudah mengumpulkan berkas-berkas sama dengan yang lain. Buktinya ada dan sudah saya sampaikan ke dinas. Saya juga konfirmasi supaya dapat (insentif) bagaimana," tutur Budi saat ditemui KRJOGJA.com di sela acara penyaluran insentif GTT/PTT di Gedung Al Mabrur, Rabu (28/11/2018).

Budi mengatakan ada empat orang termasuk dirinya yang tak mendapatkan tunjangan insentif. Keempatnya merupakan tenaga honorer Kategori II (K2) yang belum lulus tes CPNS pada seleksi CPNS Formasi Tahun 2013-2014. Pihaknya berharap bisa mendapatkan insentif.

Nasib serupa juga dialami GTT salah satu SD di Kecamatan Gantiwarno, Eni, dan GTT SD di Karangdowo, Esti. Keduanya juga gigit jari karena tak mendapatkan jatah insentif tahun ini. Padahal, nama keduanya sempat masuk dalam daftar penerima insentif. Keduanya merupakan tenaga honorer K2 yang telah lulus tes CPNS Formasi Tahun 2013-2014, namun belum diangkat CPNS.

"Sudah tanya ke dinas. Mau bagaimana lagi. Pasrah saja dan berusaha tetap legowo meski tak dapat insentif," ujarnya.

Sementara itu jumlah penerima insentif tahun ini ada sebanyak 1.190 GTT/PTT. Rinciannya, 1.159 orang merupakan tenanga honorer yang belum lulus tes CPNS pada seleksi CPNS Formasi Tahun 2013-2014. Sedangkan sisanya 31 orang dari tenaga honorer yang telah lulus tes CPNS Formasi Tahun 2013-2014, namun belum diangkat CPNS.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, meminta agar mereka yang belum dapat jatah insentif tahun ini untuk bersabar. Sebab, Pemkab Klaten telah melakukan MoU dengan DPRD terkait RAPBD 2019. Pemkab telah menganggarkan jatah insentif untuk seluruh honorer K2 baik yang belum lulus tes CPNS maupun yang telah lulus tes CPNS namun belum diangkat CPNS. 

"Tunjangan insentif sudah dianggarkan di APBD Murni 2019 dengan nominal sama yakni Rp3,6 juta per orang," ujarnya.(Lia)