DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 28 November 2018 / 20:08 WIB

Menristekdikti Ancam Pecat Staf Terlibat Ijazah Bodong!

SLEMAN, KRJOGJA.com - Nama Staf Khusus Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir, Abdul Wahid Maktub mencuat setelah ada pemberitaan terkait keterlibatan memberikan memo kepada tiga kampus swasta bermasalah. Abdul diduga menyalahgunakan kekuasaan dengan memberi ijin tiga kampus, yakni STMIK Triguna, STIE ISM dan STKIP Sera untuk beroperasi dan melakukan praktek jual beli ijazah.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Menristekdikti M Nasir saat ditemui wartawan di Auditorium Fakultas Teknik UGM Rabu (28/11/2018) siang. Nasir pun menegaskan tak akan pandang bulu apabila benar stafnya terlibat dalam praktek amoral tersebut. 

“Ijazah bodong itu sudah selesai di tahun 2015. Kampus-kampus itu sudah tidak ada, sudah saya tutup. Itu dikorek lagi, jadi muncul lagi. Saya sudah tutup total 243 kampus yang dinilai tidak mematuhi peraturan Kemenristekdikti,” tegasnya. 

Nasir mengatakan bahwa praktik jual beli ijazah tersebut merupakan bentuk kejahatan pendidikan yang tak bisa dimaafkan. “Itu tidak boleh, kita berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. UGM kami tingkatkan kualitaskan, tapi malah di belakang ada yang jual beli ijazah, tidak boleh,” lanjut Nasir. 

Ketika disinggung mengenai keterlibatan staf khususnya dalam praktek tersebut, ia berjanji akan memberhentikan dengan tegas apabila terbukti melakukan praktek ilegal itu. Meski begitu, Nasir mengatakan telah memanggil Maktub dan mendapatkan keterangan yang bersangkutan. 

“Saya sudah panggil dia (Abdul Wahid Maktub) dan dia bilang tidak melakukan, maka saya perbolehkan untuk melapor (ke polisi atas pemberitaan salah satu media). Makanya, siapa yang melakukan ini (jual beli ijazah), tidak boleh itu. Saya tidak mau ambil resiko apapun. Jadi kalau ada staf yang melakukan, akan saya berhentikan,” tegasnya. (Fxh)