Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 28 November 2018 / 17:11 WIB

Dua Penjahat 'Tabrak' Polisi

MAGELANG, KRJOGJA.com - Dua orang pelaku tindak kriminal di sebuah kampung yang ditinggal mengungsi seluruh warga berhasil dibekuk tim gabungan Polsek Dukun dan Polres Magelang. Sebelumnya, kedua pelaku ini sempat melarikan diri dari kejaran petugas, bahkan berusaha menabrak kendaraan yang dikemudikan petugas. Bahkan petugas ada yang sempat terjatuh akibat terkena tendangan pelaku.

Inilah salah satu gambaran yang terlihat dalam kegiatan latihan dan simulasi penanggulangan bencana alam erupsi Gunung Merapi yang dilaksanakan Polda Jawa Tengah di Lapangan Desa Dukun Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Rabu (28/11/2018). Dalam latihan tersebut juga digambarkan pelaku sempat melompat ke arah mobil petugas yang justru akhirnya berhasil dibekuk tim gabungan.

Dalam simulasi yang disaksikan Kapolres Magelang AKBP Hari Purnomo SIK SH, Kajari Kabupaten Magelang Eko Hening Wardono SH MH, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Magelang Drs Soeharno, wakil dari Kodim 0705/Magelang, jajaran Polda Jateng, beberapa kepala desa di wilayah Kecamatan Dukun maupun lainnya tersebut diasumsikan terjadi kenaikan status aktivitas Gunung Merapi dari Aktif Normal menjadi Awas.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, warga pun diminta untuk segera mengungsi. Sebelum mengungsi, ada juga warga yang mempertanyakan keberadaan hewan piaraannya manakala ditinggal mengungsi. Dalam simulasi ini juga diketahui ada warga yang enggan meninggalkan rumahnya, yang akhirnya mau dievakuasi petugas gabungan Polri, TNI, SAR, BPBD Kabupaten Magelang maupun lainnya.

Kepada wartawan, Kapolres Magelang mengatakan kegiatan latihan atau simulasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran banyak pihak, termasuk tahapan-tahapan yang harus dilakukan mengenai kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Merapi. “Latihan ini juga untuk memastikan kesiapan personil TNI, Polri maupun lainnya serta sarana dan prasarana yang dimiliki masing-masing instansi,” tegasnya.

Secara terpisah Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP usai acara penutupan latihan diantaranya mengatakan simulasi atau latihan ini merupakan bentuk kesiap-siagaan bersama dan sinergitas bersama dalam menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan. Saat ini memasuki musim penghujan, tentu saja banyak hal tantangan alam yang harus dihadapi. (Tha)