DIY Editor : Danar Widiyanto Rabu, 28 November 2018 / 11:30 WIB

MUKTAMAR PEMUDA MUHAMMADIYAH

Dukungan untuk Sunanto Menguat

YOGYA, KRJOGJA.com - Tradisi mengalihkan suara kandidat dalam Muktamar Pemuda Muhammadiyah (PM) juga berlangsung dalam Muktamar ke-17 di Yogyakarta. Selasa (27/11/2018) malam, M Sukron mengalihkan dukungan suaranya untuk mendukung Sunanto, salah seorang kandidat ketua umum lainnya.  

Deklarasi kerja sama Sunanto dan Muhammad Sukron kemarin diselenggarakan di Hotel Ayaartta Jalan KHA Dahlan.  Selain itu, Sunanto juga menyebut dirinya   mendapat dukungan dari DIY dan Sulawesi Selatan. Sedangkan Ketua PWPM Jawa Barat juga menyatakan mendukung Sunanto.

"Jelas ini menambah kekuatan saya. Kami sepakat menjaga soliditas agar tidak terjadi potensi konflik internal," tandas Sunanto kepada KR usai deklarasi, seraya mengaku optimis dalam pemilihan ketua yang direncanakan Rabu (28/11/2018) hari ini, Sunanto bakal mendapat dukungan dari beberapa daerah.  

Sebagaimana diketahui dalam Muktamar Pemuda Muhammadiyah ini telah muncul 6 kandidat kuat yakni : Sunanto, Ahmad Fanani, Ahmad Labib, M Sukron, Andi Fajar dan Faisal. 

Dikatakan Sunanto, aturan muktamar menyebutkan, seorang kandidat tidak boleh mengundurkan diri. Oleh karena itu, Sukron mengalihkan dukungannya kepada Sunanto dan mengadakan kerja sama. "Ini kompetisi demokratis, jika saya terpilih semua kandidat akan direngkuh," kata Sunanto yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) asal Sumenep Madura, ini.

Sementara M Sukron yang dihubungi terpisah mengakui, pengalihan itu dilakukan dengan melihat kesamaan visi misi yang diperjuangkan. Selain itu, juga karena senioritas. Namun sebelumnya disebutkan, kebersamaan yang dideklarasikan juga merupakan komitmen keduanya menjaga soliditas dan kebersamaan PM ke depan.

Dari informasi yang diterima, rapat internal yang dipimpin Ketua PWPW Jawa Timur Mukayat Al Amin akhirnya memutuskan beberapa kesepakatan. Salah satunya, kandidat yang diusung Pemuda Muhammadiyah membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki gagasan visioner, mandiri, negarawan serta berwatak kemajuan.

Menjawab pertanyaan soal bagaimana sikapnya menghadapi kasus dana kemah pemuda bila terpilih nanti, Sunanto terus terang mengaku akan selalu menemani Dahnil Anzar Simanjuntak. "Saya akan mencoba bertanya mengenai kasus itu kepada Dahnil, benar tidaknya. Sebab, saya belum jauh mendalami kasus itu. Tapi Insya Allah akan selalu bersama," kata Sunanto.

Selasa siang kemarin, selain pemaparan visi misi, juga dihadirkan Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas untuk memberikan pencerahan kepada peserta muktamar yang mencapai 1.200 orang. Ketua Bidang Hukum HAM dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah itu, berpesan agar Muktamar Pemuda Muhammadiyah bersih dari praktik politik uang dan jika ada calon yang terbukti berbuat curang, tangkap dan usut.(Fsy)