Pendidikan Editor : Danar Widiyanto Rabu, 28 November 2018 / 10:51 WIB

PSM UGM Apresasi Musik Indonesia Melalui Annual Concert 'Abhipraya'

Annual Concert Paduan Suara Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (PSM UGM) bertajuk ABHIPRAYA – Rajutan Harapan Lintas Masa telah memecah keheningan Minggu (25/11/2018) malam. Konser yang bertempat di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta ini telah sukses mengambil perhatian penonton melalui penampilan memukaunya. Setelah berhasil menghantarkan penonton dalam kisah Luna melalui Annual Concert bertajuk Stardust tahun lalu, kini PSM UGM kembali menyajikan konser dengan nuansa yang tidak kalah menarik. 

“Kami ingin mengapresiasi musik Indonesia melalui konser ini,” begitulah pernyataan yang disampaikan oleh Yohanes Reza Nada Sakti selaku ketua pelaksana Annual Concert 2018. Dengan membawakan 13 lagu berbahasa Indonesia yang terbagi dalam dua sesi ini, PSM UGM ingin mengajak penonton merasakan harapan musisi Indonesia kepada musik yang dihasilkannya.  

Pada sesi pertama, PSM UGM membawakan 4 buah repertoire Indonesia kuno yang menunjukkan semangat Majapahit sebagaimana tersurat dalam tagline konser tahun ini. Melalui semangat tersebut, PSM UGM mengirimkan pesan bahwa “masih ada harapan yang memberikan kehidupan”, sebagaimana yang diutarakan oleh Imron Wicaksono selaku ketua PSM UGM. Sesi ini ditutup dengan sambutan dari Pembina PSM UGM, R. A. Antari Innaka Turingsih, S.H., M.Hum., “Annual Concert ini merupakan salah satu program besar dari PSM UGM yang diselenggarakan setiap tahun. Melalui konser inilah, sebagian mahasiswa UGM berkarya dan mengasah kemampuan diri. Seusai sesi pertama, penonton diberikan break time selama 20 menit," ungkap Reza. 

Mengawali sesi kedua, Dr. R. Suharyadi, M.Sc. diperkenankan memberikan sambutan. Beliau menyampaikan bahwa keorganisasian PSM UGM memang sangat bagus dan kedepannya dapat terus menjadi wadah pelatihan softskill mahasiswa UGM yang baik. “PSM UGM telah mendapatkan tempat di hati masyarakat Yogyakarta, terbukti dengan kursi ruangan Concert Hall yang penuh pada malam hari ini,” ungkap Suharyadi.  

Pada sesi kedua, PSM UGM ingin menunjukkan kebolehannya dalam mengolah lagu bergenre populer yang disajikan dalam bentuk harmoni paduan suara. “Pada malam hari ini, saya melihat bagaimana sebuah paduan suara ternyata tidak rigid dengan lagu-lagu klasik, akan tetapi sangat fleksibel melalui pembawaan lagu pop yang disuguhkan bersama koreografi yang atraktif,” ucap salah satu penonton yang hadir pada Annual Concert ini. Decak kagum dan riuh tepuk tangan penonton mewarnai sesi ini. Lagu “Nurlela” yang diaransemen oleh Dinar Primasti menjadi lagu pertama yang dibawakan pada sesi kedua ini. Kemudian, Medley lagu Yovie Widianto dan Medley Sheila on 7 turut menjadi bagian kedua dan ketiga dari sesi kedua.

Pada lagu keempat, PSM UGM berkolaborasi dengan Maria Simorangkir yang merupakan Winner dari ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2018. Kualitas dan performa dari Maria tentu sudah tidak diragukan lagi. Lagu berjudul “Serba Salah” yang dipopulerkan oleh Raisa Andriana mampu dibawakannya dengan apik bersama PSM UGM. Pada lagu kelima, Maria Simorangkir mempersembahkan sebuah lagu berjudul “Tetap dalam Jiwa” secara solo. Tidak hanya itu, Maria juga menjalin interaksi dengan meminta beberapa penonton berlari ke panggung untuk membawakan lagu bersama dirinya. Pada lagu pamungkas berjudul “50 tahun lagi” dipopulerkan kembali oleh Raffi Ahmad dan Yuni Shara ini, PSM UGM kembali berkolaborasi dengan Maria. Kali ini, Maria tidak hanya di bernyanyi di atas panggung, namun berjalan menuju arah penonton dan mengajak mereka bernyanyi bersama. Usai lagu lawas ini, terdengar tepuk tangan dan cuitan dari penonton.

Setelahnya, Annual Concert dilanjutkan dengan pembagian bucket bunga kepada pihak-pihak yang menjadi promotor dari kegiatan ini dan ditutup dengan membawakan lagu As Long As I Have Music bersama seluruh anggota dan alumni PSM UGM yang merupakan tradisi di setiap akhir konser.(*)