DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 26 November 2018 / 19:26 WIB

100 Hari Lagi Merapi Berpotensi Keluarkan Wedhus Gembel

YOGYA, KRJOGJA.com - Volume kubah lava Merapi saat ini mencapai 308 meter kubik dengan laju pertumbuhan 3.000 meter kubik perhari. Proses erupsi efusif pun hingga kini masih berlangsung ditandai aktivitas vulkanik tinggi mensuplai magma.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementrian ESDM Ir Kasbani mengatakan apabila kubah lava terus mengalami pertumbuhan maka potensi guguran lava di puncak Merapi akan terus terjadi. Kondisi tersebut menurut permodelan BPPTKG DIY apabila material kubah lava runtuh memungkinkan awan panas atau sering disebut wedhus gembel  meluncur ke hulu Sungai Gendol arah tenggara sejauh 2,2 kilometer.

“Perhitungan ini berdasarkan asumsi kondisi kubah lava tidak stabil, namun saat ini kondisi masih stabil berada tepat di tengah kawah. Kalaupun ada luncuran awan panas 2,2 kilometer tidak membahayakan manusia karena kami telah mengeluarkan larangan aktivitas dengan radius 3 kilometer dari puncak,” ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (26/11/2018).

Dengan volume saat ini yakni 308 ribu meter kubik, menurut Kasbani membutuhkan waktu lebih dari 100 hari untuk muncul potensi luncuran awan panas tersebut. “Tapi dengan banyak catatan lho, apakah kubah tidak stabil dan pertumbuhan kubah lava rata-rata 3.000 meter kubik, tidak terjadi perlambatan atau percepatan,” tegasnya.

Meski begitu, PVMBG menyatakan aktivitas erupsi efusif Merapi tidak akan berbahaya bagi masyarakat terutama di Kawasan Rawan Bencana III. “Kalau masyarakat tidak beraktivitas apapun di radius 3 kilometer masih sangat aman, sampai saat ini,” sambungnya.

Terkait status Merapi setelah terjadi empat kali guguran pada 23 November 2018 malam lalu, pihak PVMBG dan BPPTKG DIY menyatakan belum akan menaikkan. “Status masih level II Waspada, belum ada indikasi untuk dinaikkan statusnya,” tandas Kasbani. (Fxh)