DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 26 November 2018 / 19:40 WIB

Gugurkan Lava Empat Kali, Radius Aman Merapi Tetap 3 Kilometer

YOGYA, KRJOGJA.com - 22 November 2018 lalu, Merapi sempat empat kali mengeluarkan guguran lava hingga jarak 300 meter ke arah hulu Sungai Gendol. Kubah lava Merapi pun dihitung mencapai 308 ribu meter kubik dengan pertumbuhan per hari antara 3000 meter kubik. 

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Ir Kasbani mengatakan Merapi memang tengah berada dalam fase erupsi efusif ditandai dengan terus tumbuhnya kubah lava. Pihaknya mencatat pada 22 November saat terjadi empat kali guguran, volume kubah lava sudah mencapai 308 ribu meter kubik yang sebenarnya masih dalam tataran wajar. 

“Gunung Merapi sudah memulai fase erupsi efusif ini sejak 11 Agustus 2018 lalu dan saat ini penyebaran material di kubah lava sudah mencapai tepian sehingga ini yang menjadi potensi guguran seperti pada 22 November 2018 kemarin. Ini tidak berbahaya bagi manusia asalkan menaati himbauan untuk tidak berkegiatan di radius 3 kilometer dari puncak,” ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor BPPTKG DIY Senin (26/11/2018) siang. 

Potensi guguran lava menurut Kasbani cenderung ke arah bukaan kawah yakni tenggara atau hulu Sungai Gendol. Meski begitu hingga guguran terakhir 22 November lalu belum ada guguran lainnya yang skalanya lebih besar daripada empat kali sejauh 300 meter tersebut. 

“Kalaupun ada guguran lagi kami prediksi tidak akan lebih jauh dari 2,5 kilometer sehingga masih sangat aman untuk masyarakat dengan catatan tidak melakukan aktivitas sesuai jarak aman 3 kilometer. Material guguran akan mengarah ke lembah-lembah yang salah satunya ke hulu Sungai Gendol,” ungkapnya lagi. 

Sementara terkait potensi munculnya awan panas atau yang kerap disebut Wedhus Gembel, Kasbani menilai hal tersebut membutuhkan waktu lantaran pertumbuhan material di kawah saat ini masih stabil antara 3000 meter kubik perhari. “Silahkan hitung sendiri, potensi (awan panas) bisa muncul kalau volume material di kawah dua kali lipat dari sekarang. Tapi sekali lagi ini baru potensi masih banyak indikator lainnya yang mempengaruhi,” sambungnya. (Fxh)