Peristiwa Editor : Ivan Aditya Sabtu, 24 November 2018 / 20:31 WIB

Tiga Keluarga Korban JT-610 Tuntut Boeing

JAKARTA, KRJOGJA.com - Tiga keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Karawang Jawa Barat menuntut The Boeing Company yang bermarkas di Chicago ke pengadilan distrik Amerika Serikat. Gugatan itu dilayangkan oleh firma hukum Wisner yang berkedudukan di Chicago AS.

Pengacara yang mewakili firma hukum Wisner di Indonesia Siti Mylanie Lubis mengungkapkan gugatan itu dikirimkan oleh tiga keluarga korban Lion Air, yakni keluarga Cica Ariska, Chandra Kirana, dan Asep Sarifudin.

Ketiga keluarga itu menuntut Boeing memberikan ganti rugi kepada korban dengan nilai santunan yang diharapkan terbilang US$800 ribu per orang. Namun, angka tersebut baru dianggap angka minimal.

"Sebetulnya kami tidak bisa memastikan berapa nilai tuntutannya, tapi minimal US$800 ribu tergantung 'value' korbannya, seperti berapa jumlah penghasilan semasa mereka hidup dan sebagainya," ujar Siti.

Menurut Siti, gugatan dilayangkan kepada Boeing selaku produsen Boeing 737 Max 8 dengan dugaan bahwa pesawat itu tidak layak dan berbahaya. Firma hukum Wisner berpendapat, pesawat tersebut memiliki fitur kontrol penerbangan yang bisa memerintahkan pesawat untuk menukik tanpa adanya otorisasi dari kru apabila pesawat mendeteksi 'high angle of attack' yang tak akurat.

Sensor yang mendeteksi hal itu dianggap gagal, terblokir, atau terhalang sehingga memberikan informasi yang tidak akurat kepada sistem kontrol penerbangan tentang 'high angle of attack' yang dimaksud. Selain itu, manual penerbangan juga dianggap tidak memberitahukan bahaya yang terjadi akibat kerusakan-kerusakan tersebut.

Oleh karenanya, firma hukum Wisner menganggap Boeing telah melakukan kelalaian dari segi operasional. "Sesuai Undang-Undang yang berlaku di sana, apabila lali, Boeing wajib memberikan santunan kepada korban," imbuh Siti. (*)