DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 17 November 2018 / 13:54 WIB

Dokter Asian Games Ingatkan Pentingnya Konsumsi Cairan

SLEMAN, KRJOGJA.com - dr Muhammad Ikhwan Zein Sp KO, dokter kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018 berbagi pengalaman dengan wartawan Sabtu (17/11/2018) siang. Kali ini dr Ikhwan berbagi tips untuk masyarakat luas yang ingin melakukan olahraga lari jarak jauh atau yang dikenal dengan marathon.

Menurut pria yang juga dosen Fakultas Keolahragaan UNY ini, satu hal yang paling penting diperhatikan adalah cairan tubuh. Pasalnya, tubuh manusia sendiri terdiri dari 70 persen air yang mana jumlah tersebut harus dijaga stabilitasnya.

“Kalau kurang dari 70 persen maka akan terjadi masalah, yang kita kenal sebagai dehidrasi. Masalah ini dampaknya bisa beragam tergantung tingkatannya mulai dari aliran darah berkurang ke otak hingga heat stroke yang bisa menyebabkan kerusakan ginjal hingga kematian,” ungkapnya dalam diskusi media bersama Nestle Pure Life di Artotel Sabtu (17/11/2018).

Karena itulah dr Ikhwan menyarankan masyarakat yang hendak melakukan olahraga lari jarak jauh untuk memastikan asupan cairan selain karbohidrat bagi tubuh. “Sebelum lari cek urine, kalau masih pekat warnannya maka minum air dahulu misalnya empat jam sebelumnya berturut-turut sampai urine warnannya cerah. Saat berlari pun usahakan setiap 20 menit minimal 250 mililiter untuk menjaga cairan dalam tubuh, setelah selesai lebih banyak hingga 1000 mililiter,” sambungnya.

Namun begitu, para pelari juga harus memperhatikan usia masing-masing lantaran kebutuhan cairan juga menyesuaikan rentang usia. “Semakin senior maka harus lebih banyak asupan cairan, karena resiko kehilangan cairan tubuh lebih besar pada pelari-pelari senior apalagi dengan cuaca yang panas di luar ruangan,” tandasnya.

Sementara Tani Sulaeman Head of Business Nestle Pure Life menambahkan pihaknya selama ini memang mendukung kegiatan yang mewujudkan gerakan Indonesia lebih sehat. Nestle menurut Tani kali ini turut serta mendukung event internasional Borobudur Marathon Minggu (18/11/2018) yang mengambil jarak tempuh hingga 42 kilometer.

“Kami suplai 30 ribu liter air minum untuk para peserta selama event 15 ribu diantaranya ada di 24 water station sepanjang rute. Kami tidak ingin peserta mengalami dehidrasi yang efeknya cukup serius seperti kata dr Ikhwan tadi. Event ini internasional banyak pelari luar negeri yang datang sehingga kami ingin ikut ambil bagian memastikan kesuksesan karena membawa nama baik Indonesia,” ungkapnya. (Fxh)