DIY Editor : Danar Widiyanto Jumat, 16 November 2018 / 09:50 WIB

10 Kecamatan di Kulonprogo Waspada Longsor dan Banjir

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Memasuki musim penghujan, setiap daerah yang memiliki wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, senantiasa meningkatkan kewaspadaannya. Demikian halnya dengan Kabupaten Kulonprogo yang memiliki wilayah perbukitan (Pegunungan Menoreh) di sebelah Utara dan Barat dan wilayah dengan ketinggian cukup rendah di bagian Selatan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam yang diakibatkan hujan deras. Paling tidak terdapat 10 dari 12 kecamatan di Kulonprogo yang masuk kategori daerah rawan bencana tanah longsor dan banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo Ariadi di ruang kerjanya, Rabu (15/11/2018) mengungkapkan, sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pada dasarian kedua November 2018 di wilayah Kulonprogo memasuki musim penghujan.

"Memang kenyataan di lapangan, tiap hari beberapa waktu terakhir sudah hujan di Kulonprogo. Karenanya masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir mewaspadai terhadap lingkungan sekitar tempat tinggalnya," ujar Ariadi.

Menurutnya, BPBD sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan desa untuk menghadapi musim penghujan. Sikap kewaspadaan masyarakat bisa dilakukan dengan membersihkan drainase dari timbunan sampah untuk memperlancar aliran air hujan. Juga memotong atau melakukan pemangkasan tanaman keras yang berdekatan dengan rumah tinggal. Kemudian selalu mengamati kondisi tanah sekitar. Tanah yang tidak mampu menahan air hujan berpotensi longsor.

"Dari hal-hal sepele yang kurang mendapat perhatian terkadang bisa berakibat bencana. Sebaiknya mengungsi ke tempat aman jika mengetahui tanda-tanda akan terjadi bencana," pesan Suhardiyana, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kulonprogo.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Heppy Eko Nugroho menjelaskan, berdasarkan dari hasil pemetaan, terdapat 31 desa di enam wilayah kecamatan, merupakan daerah rawan tanah longsor. Semuanya di daerah perbukitan Pegunungan Menoreh. Meliputi wilayah Kecamatan Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh, Kokap,  Nanggulan dan Pengasih. 

Sedangkan wilayah yang tergolong dataran rendah menjadi daerah rawan banjir, meliputi beberapa desa di empat kecamatan, yakni Kecamatan Lendah, Panjatan, Temon dan sebagian wilayah Kecamatan Wates.(Ras)