Ragam Editor : Agus Sigit Rabu, 14 November 2018 / 15:49 WIB

'Dhanyange' Kebon Suwung Menyamar Jadi Monyet Putih

PETUGAS Kamling kampong Sriten kasak-kusuk saling bercerita diantara mereka soal munculnya penampakan berupa kethek putih nangkring di pohon kates grandel milik Nek Saudah (bukan nama sebenarnya).

“Sst sttt, Kang Mono. Kalau bisa jangan sampai anak-anak tahu jika ada penampakan kethek putih! Agar mereka tidak menjadi ketakutan bila akan berjamaah ke masjid,” pesan Pak Munir kepada Darmono (keduanya nama samaran) si ketua pemuda kampung yang kebetulan sama-sama bertugas kamling malam itu.

“Ho’oh, sebaiknya memang begitu supaya tidak heboh.”

Yap. Pohon kates grandel milik Nek Saudah itu memang berada di dekat lorong kampung yang menuju ke masjid dimana acapkali dilewati anak-anak.

Sejak dulu sebagian warga kampung Sriten sebenarnya sudah mengerti kalau kebun suwung milik Nek Saudah itu angker. Tetapi sudah puluhan tahun tak pernah ada penampakan bahkan kabarnya danyang penunggu kebun itu sudah diusir oleh almarhum Mbah Suryo (juga nama samaran) suami Nek Saudah.

“Dulu ketika dhanyange ngamuk melempari rumah-rumah warga Mbah Suryo yang berhasil meredam kemarahan lelembut ugal-ugalan tersebut,” kata Pak Munir mengenang peristiwa masa silam.

“Wah, kalau sekarang siapa yang bisa nyrateni dhanyange? Mbah Suryo sudah tiada?” sahut Darmono tak tahu harus berbuat apa kecuali hanya berharap mudah-mudahan penampakan kethek putih itu bukanlah dhanyange yang ugal-ugalan dulu tetapi lelembut lain.

Aneh. Kethek atau kera berbulu putih dengan tubuhnya yang lumayan besar itu hinggap menggelantung berpegangan buah kates grandel yang tangkainya menjulur panjang. Sebentar-sebentar hewan tadi meloncat-loncat dari buah kates satu ke kates lainnya. Heran, tidak ada satupun tangkai buah yang patah meski si kethek mengguncang-guncangnya keras sekali sampai batang pohon itu bergoyang-goyang hebat.

Esuk paginya Pak Munir menyempatkan diri sowan kepada Nek Saudah melaporkan adanya penampakan kethek putih di kebunnya. Sekaligus beliau juga menyampaikan kekhawatiran jangan-jangan peristiwa masa lalu dimana dhanyange penunggu kebun itu ngamuk lagi dengan melempari rumah-rumah warga.

“Mudah-mudahan tidak, Pak Munir” jawab nenek Saudah. Wanita tua tadi sekalian juga berjanji akan berusaha menggunakan pusaka sakti milik suaminya almarhum yang berupa keris untuk mengusir dhanyange kebun suwung yang kembali lagi dengan menyaru menjadi kethek putih tersebut. (Akhiyadi/Jbo)